fbpx
Connect with us

Budaya

Peran Keluarga Disebut Penting Hadapi Penggunaan Bahasa Daerah yang Mulai Memudar

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Menurunnya penggunaan bahasa daerah atau Bahasa Jawa di Gunungkidul menjadi sorotan banyak pihak. Selain dengan adanya Pergub No. 64 Tahun 2013 yang menutut setiap sekolah wajib muatan lokal Bahasa Jawa, peran orang tua menjadi hal yang paling vital.

Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul, CB Supriyanto mengatakan, saat ini pihaknya melalui Dinas Kebudayaan sedang gentol mengoptimalkan pengunaan Bahasa Jawa. Hal tersebut didasari semakin berkurangnya pengguanaan bahasa lokal dalam kehidupan sehari-hari.

"Penggunaan bahasa indonesia itu tidak salah, tetapi diprioritaskan Bahasa Jawa yang benar," kata Supriyanto kepada pidjar.com, Minggu (19/08/2018).

Ia mengatakan, untuk meningkatkan penggunaan Bahasa Jawa di tengah masyarakat, pemerintah dalam waktu dekat ini akan menyelenggarakan lomba geguritan bagi seluruh siswa SMP di Gunungkidul. Bahkan nantinya tidak hanya penerapan bahasa saja, namun juga pada penulisan jawa.

Berita Lainnya  Masih Gagah dan Asli, Joglo Kuno Milik Supardi Wiyono Sempat Ditawar 230 Juta

"Tanggal 29 nanti ada lomba geguritan atau dalam bahasa indonesia, puisi. Kedepan tidak hanya bahasa saja tapi kami kembangkan pada penukisan aksara jawa," imbuhnya.

CB Supriyanto menambahkan, peran dunia pendidikan dirasa sangat penting. Namun demikian, ia menilai saat ini penggunaan Bahasa Jawa di sekolah masih sangat rendah.

"Dari hasil evaluasi kami, secara umum penggunaan bahasa daerah masih cukup bagus. Tetapi untuk di sekolah kendala dihadapi oleh guru. Masih banyak guru yang tidak memiliki kemampuan Bahasa Jawa yang baik," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Bahron Rosyid mengemukakan hal berbeda. Ia mengaku penggunaan Bahasa Jawa di sekolah cukup baik.

Berita Lainnya  Luncurkan Gunungkidul Cultural Connectivity, Budaya Tradisional Diperkenalkan Luas Melalui Internet

"Sudah cukup baik, tetapi kami kekurangan guru SMP saja. Terkit penerapan di sekolah, kami sudah wajibkan muatan lokal Bahasa Jawa untuk dijadikan mata pelajaran dengan jumlah dua jam setiap minggunya," kata Bahron.

Ia mengatakan jika penggunaan Bahasa Jawa selain sebagai pelajaran di sekolah juga sebagai sarana pendidikan karakter siswa. Sebab strata bahasa dalam Bahasa Jawa dapat memberikan pedidikan yang tidak ada dalam mata pelajaran lain.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler