Peristiwa
Pingsan Saat Berusaha Padamkan Api Sampah Yang Membesar, Sikar Tewas Terbakar
Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Nasib tragis harus dialami oleh Sikar (70) warga Wiyoko Tengah, Desa Plembutan, Kecamatan Playen. Kakek renta tersebut ditemukan dalam kondisi gosong terbakar di sebuah pekarangan di Padukuhan Wiyoko Utara, Desa Plembutan, Kecamatan Playen pada Kamis (16/08/2018) petang tadi. Sikar terbakar oleh api dari pembakaran sampah di ladang tersebut.
Babinsa Desa Plembutan, Serda Muarif menceritakan, mulanya korban sedang membakar sampah di ladannya. Tanpa diduga, api kemudian membesar dan menyebar ke ladang milik warga lainnya yang berdekatan. Panik melihat hal tersebut, Sikar lantas berusaha memadamkan api tersebut agar tidak semakin meluas.
“Korban berusaha mematikan api dengan peralatan seadanya. Sikar diduga saat itu dilanda kepanikan,” terang Muarif, Kamis malam.
Upaya keras Sikat dalam memadamkan api justru berujung petaka. Bukannya padam, api justru semakin membesar. Kondisi ladang yang penuh dengan dedaunan kering membuat api terus membesar.
Naasnya, korban yang semakin panik bukannya berlari menjauh, namun justru terus berusaha memadamkan api.
“Karena memang sendirian dan banyak dedaunan kering, api terus membesar,” terangnya.
Akibat terus-terusan memadamkan api, Sikar lantas kehabisan tenaga. Situasi semakin sulit lantaran di sekitar korban juga mulai muncul banyak asap. Korban yang tak kuat bertahan akhirnya jatuh pingsan. Ia tak kuasa menghindar ketika api yang terus membesar mulai membakar tubuh rentanya. Sikar pun meregang nyawa di lokasi tersebut.
“Korban mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya dan meninggal dunia di lokasi kejadian,” urai dia.
Kondisi ladang tempat tragedi itu terjadi sendiri memang sangat sepi. Saat kejadian, tak ada satupun warga yang mengetahui dan memberikan pertolongan.
Menurut Muarif, korban sendiri ditemukan oleh kerabatnya yang curiga karena korban tak kunjung pulang. Sikar sendiri memang sebelumnya berpamitan kepada keluarganya hendak membersihkan ladangnya.
“Tadi sudah lapor polisi dan ada petugas puskesmas yang datang melakukan pemeriksaan. Tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, peristiwa ini diduga kuat merupakan kecelakaan,” imbuh dia.
-
Uncategorized6 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized1 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya5 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized5 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized6 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized6 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
