Connect with us

Uncategorized

Program Pemberian Pakan Dinilai Tak Efektif, Pemkab Gunungkidul Gagas Sterilisasi MEP

Diterbitkan

pada

Wonosari, (pidjar.com)– Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gunungkidul akan menghentikan program pemberian makan (buah) pada monyet ekor panjang (MEP) di tahun 2027 mendatang. Hal ini dilakukan karena program tersebut dinilai kurang efektif dan serangan MEP sampai dengan saat ini masih menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Gunungkidul dan justru semakin merajalela serta meresahkan.

Kepala Bidang Konservasi dan Kerusakan Alam Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hana Kadaton Adinoto mengatakan, keberadaan satwa tersebut selama ino kerap meresahkan warga, terutama di wilayah yang berdekatan dengan kawasan hutan yang menjadi habitat alaminya. Serangan tidak hanya menyasar lahan pertanian, tetapi juga mulai menjangkau permukiman warga.

Dari kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul melalui DLH menggagas dan merealisasikan program penanganan jangka pendek dengan pemberian pakan berupa buah-buahan kepada koloni MEP yang dilaksanakan sepanjang 2026, dengan lokus di wilayah Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus.

Berita Lainnya  Pengurangan Jumlah Kuota Pupuk Subsidi Tak Pengaruhi Petani di Gunungkidul

Dalam pelaksanaan program tersebut, upaya tersebut dinilai belum memberikan hasil sesuai harapan. Serangan MEP ke lahan pertanian dan lingkungan permukiman masih terjadi, sehingga pemerintah memutuskan untuk tidak melanjutkan program pemberian pakan tersebut pada tahun depan.

“Untuk program stimulus pakan, berdasarkan hasil evaluasi hasilnya kurang efektif,” ujar Adinoto saat dikonfirmasi, Rabu, (21/10/2026).

Keputusan itu diambil berdasarkan hasil evaluasi serta masukan dari sejumlah pihak yang memiliki kompetensi di bidang kehutanan dan konservasi satwa.

Ia menjelaskan, masukan dari berbagai pihak, termasuk Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY, menunjukkan bahwa pemberian pakan berpotensi memengaruhi pola kebiasaan makan monyet ekor panjang.

Menurutnya, pemberian pakan secara rutin dikhawatirkan membuat koloni MEP terbiasa bergantung pada pasokan makanan dari manusia. Ketika pakan tidak tersedia atau habis, kondisi tersebut justru berpotensi memicu stres pada koloni dan mendorong satwa masuk ke kawasan permukiman untuk mencari makanan.

Berita Lainnya  Semarak Peringatan Milad Muhammadiyah ke-112

“Tahun depan kita masuk pada program jangka menengah, yaitu pengurangan populasi melalui program sterilisasi agar ke depannya bisa menekan perkembangbiakan MEP di alam,” jelasnya.

Adinoto menambahkan, salah satu hal yang menjadi perhatian dalam penanganan monyet ekor panjang adalah semakin terbatasnya keberadaan predator alami. Harimau dan ular piton yang secara alami dapat memangsa satwa tersebut disebutnya kini sudah sangat langka atau hampir tidak ditemukan di wilayah tersebut.

Meski demikian, rencana sterilisasi tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Pemerintah perlu memperoleh rekomendasi dari instansi atau lembaga yang berwenang, termasuk terkait perhitungan kuota penangkapan satwa.

“Sterilisasi diperbolehkan, asal ada rekomendasi dari yang berwenang, misalnya BRIN, terkait perhitungan kuota tangkap,” ungkapnya.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka menengah untuk mengurangi potensi konflik antara monyet ekor panjang dan masyarakat, tanpa mengabaikan aspek konservasi serta ketentuan yang berlaku.

Berita Lainnya  Separuh Siswa SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Lolos PTN Favorit

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunungkidul, Endang Sri Sumiyartini. Menurutnya penanganan MEP yang masih terjadi menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dalam mencari pola penanganan yang efektif dan berkelanjutan. Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan membutuhkan perlindungan terhadap lahan pertanian dan lingkungan tempat tinggal mereka dari gangguan satwa liar tersebut.

“Untuk penanganan MEP ini terus kami lakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar mendapatkan solusi yang tentunya tidak melanggar aturan. Ya salah satunya dengan sterilisasi ini, tapi juga perlh dipertimbangkan kembali bagaimana pelaksanaanya di lapangan, mengingat koloni satwa ini banyak dan tersebar di wilayah yang cukup luas,” ucap dia. 

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata1 minggu yang lalu

Pria Asal Karangmojo Ditemukan Meninggal di Lereng Tanjakan Bulak Bogor Rongkop

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Rongkop,(pidjar.com)– Seorang pria berinisial DM (34), warga Padukuhan Kelor, Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo, ditemukan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Onsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja ,(pidjar.com)– Menghadirkan perpaduan suasana pegunungan dengan nuansa Jepang, Onsen Resort Kaliurang menawarkan pengalaman menginap yang menyasar keluarga, pasangan,...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata4 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata4 bulan yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Berita Terpopuler