Uncategorized
Rawan Peredaran Narkoba di Jalur Laut, GISLI dan BNN Perkuat Pemahaman Nelayan Gunungkidul
Panggang,(pidjar.com)- Gerakan Ingat Selamat Layar Indonesia (GISLI) bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) DIY menyebut potensi peredaran narkoba dari jalur laut di Gunungkidul cukup tinggi. Maka dari itu, edukasi ke nelayan sebagai upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) terus dilakukan. Selasa, (28/04/2026) siang tadi juga dilakukan pelantikan pengurus GISLI periode 2026 2030.
Ketua Umum GISLI, Irjen Pol Purn. Mudji Waluyo, mengatakan kehadiran GISLI di Gunungkidul dilatarbelakangi oleh besarnya potensi sektor perikanan yang dimiliki daerah tersebut, sekaligus tingginya risiko keselamatan di laut selatan.
Selain itu, wilayah pesisir juga memiliki potensi kerawanan tinggi terhadap penyelundupan narkotika. Maka dari itu, sejak beberapa waktu lalu GISLI melakukan kerjasama atau MoU dengan BNN untuk menggencarkan edukasi ke nelayan mengenai P4GN.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” kata Mudji Waluyo.
Lebih lanjut ia mengatakan Gunungkidul memiliki delapan Tempat Pendaratan Ikan (TPI) dengan karakter laut terbuka yang memiliki gelombang tinggi. Kondisi ini membutuhkan penguatan budaya keselamatan bagi nelayan untuk itu pihaknya juga terus menggencarkan mengenai pentingnya memperhatikan keselamatan selama melaut.

“Tentunya kami juga terus mendorong betapa pentingnya safety selama melaut. Pergi dan pulang melaut dalam kondisi selamat,” jelasnya.
Selain itu, GISLI juga berkomitmen mendorong pemberdayaan perempuan pesisir melalui inovasi pengolahan hasil tangkapan ikan agar memiliki nilai tambah ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan bagi warga pesisir selatan.
“Edukasi dan pelatihan pengolahan hasil tangkap ini nantinya dilakukan oleh KKP. Contihnya di era modern ini ikan tangkapan bukan hanya dibuat sebagai pindang saja, tapi bisa untuk otak-otak, abon dan lain sebagainya,” jelas dia
Sementara itu, Kepala BNN DIY Kombes Pol Faried Zulkarnain mengatakan sinergi dengan GISLI merupakan langkah strategis dalam upaya P4GN, khususnya di wilayah pesisir.
“Gunungkidul memiliki perairan yang panjang. Sehingga menjadi wilayah yang rawan terhadap penyelundupan narkoba melalui jalur laut. DIY sendiri saat ini berada di peringkat lima penyalahgunaan narkoba secara nasional,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kerja sama antara BNN dan GISLI melalui nota kesepahaman (MoU) menjadi langkah konkret dalam mencegah masuknya narkoba melalui perairan. BNN juga telah memetakan kelompok usia rentan penyalahgunaan narkoba, yakni antara 15 hingga 65 tahun.
Staf Ahli Bupati Gunungkidul Wibawanti Wulandari kehadiran GISLIdan BNN yang dinilai mampu menjawab tantangan di wilayah pesisir, baik dari sisi keselamatan maupun peningkatan ekonomi masyarakat serta oemahaman nelayan mengenai P4GN.
“Kami menyambut baik kolaborasi GISLI dengan BNN dalam pencegahan narkoba, serta dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam pemberdayaan perempuan pesisir,” ujarnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized6 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang laluMulai Oktober, Tujuh TPR Wisata Gunungkidul Terapkan Pembayaran Retribusi Cashless
