Uncategorized
Protes Diubahnya Tanggal Perayaan, Fraksi NasDem Pilih “Boikot” Perayaan Hari Jadi Gunungkidul
Wonosari, (pidjar.com)–Selain Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, upacara puncak peringatan HUT Gunungkidul ke-196 juga “diboikot” oleh DPD Partai NasDem Gunungkidul. Ketidakhadiran seluruh anggota DPRD dari Fraksi NasDem ini sendiri adalah sebagai bentuk protes atas penggantian tanggal peringatan Hari Jadi Gunungkidul.
Ketua DPD Partai NasDem DIY Suharno menegaskan sikap partainya yang menolak perubahan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul dari 27 Mei menjadi 14 Oktober tidak berkaitan dengan ketidakhadiran Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto dalam upacara peringatan hari jadi ke-196 pada Rabu (14/10/2026) kemarin.
Suharno menyebut keputusan NasDem untuk tidak mengikuti peringatan hari jadi merupakan sikap politik partai yang didasarkan pada penolakan terhadap perubahan tanggal hari jadi. Ia menegaskan sikap tersebut bukan karena pengaruh maupun koordinasi dengan Joko Parwoto.
“Tidak ada urusan dengan tidak hadirnya Pak Joko, saya nggak tahu Pak Joko kok tidak berangkat. Meskipun Pak Joko senada dan sepemikiran dengan kita, tetapi tidak ada saling mempengaruhi. Jadi saya intervensi pada kader saya saja,” ujar Suharno, (16/10/2026).
Suharno mengatakan dirinya bersama Fraksi NasDem tidak sepakat dengan penetapan 14 Oktober sebagai Hari Jadi Gunungkidul. Menurutnya, tanggal 27 Mei yang selama ini digunakan tetap menjadi acuan bagi NasDem.
“Saya tetap berpedoman pada Hari Jadi Gunungkidul yang sudah dilaksanakan pada 27 Mei,” katanya.
Menurut Suharno, sejarah yang telah ditetapkan sebelumnya tidak semestinya diubah tanpa dasar yang jelas. Ia khawatir perubahan tersebut dapat membuka peluang untuk mengubah catatan sejarah lainnya.
Atas dasar itu, Fraksi NasDem memilih walk out saat pengesahan penetapan 14 Oktober sebagai Hari Jadi Gunungkidul. Suharno menegaskan sikap partainya akan tetap konsisten.
“Saya konsisten, selagi saya menjadi ketua partai, saya perintahkan untuk tidak ikut peringatan hari jadi,” tegasnya.
Sementara itu, ketidakhadiran Joko Parwoto dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Gunungkidul ke-196 sebelumnya memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai hubungannya dengan Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih.
Joko membantah sengaja tidak menghadiri upacara tersebut. Ia mengaku harus menjalani pemeriksaan di rumah sakit di Yogyakarta karena mengalami masalah pada gigi, yakni tambalan giginya terlepas.
“Kebetulan di hari yang sama saya harus periksa di rumah sakit langganan saya, karena waktu itu gigi saya pernah ditambal di sana juga. Kemudian kebetulan copot,” ujar Joko.
Joko juga memastikan dirinya tetap menerima undangan untuk menghadiri upacara tersebut. Ia mengaku telah menyampaikan ketidakhadirannya kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Gunungkidul.
“Tetap kalau undangan pasti lah diundang sebagai wakil bupati,” katanya.
Di sisi lain, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyebut undangan telah disampaikan kepada Joko, mulai dari rangkaian kegiatan hingga puncak peringatan hari jadi. Endah juga menyinggung ketidakhadiran Wakil Bupati dalam sejumlah agenda kedinasan lainnya.
Menurut Endah, ketika mendapat disposisi dari bupati untuk menghadiri kegiatan tertentu, tugas tersebut justru diteruskan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) atau staf ahli.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized2 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized1 minggu yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Sosial3 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized4 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
