Pemerintahan
Puluhan Mini Market Berjejaring Serbu Gunungkidul, Kecamatan Wonosari Terbanyak
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sedikitnya 28 minimarket berjejaring saat ini telah berdiri di Kabupaten Gunungkidul. Adapun toko-toko berjejaring tersebut diklaim seluruhnya telah mempunyai izin operasional. Hal tersebut diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Gunungkidul tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern.
Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul jumlah minimarket berjejaring per kecamatan terbanyak adalah di Kecamatan Wonosari. Kecamatan Wonosari memiliki enam minimarket berjejaring. Sementara di Kecamatan Semanu, Karangmojo, Kecamatan Playen, Paliyan, Rongkop, Tepus, Nglipar, Semin, Ngawen, Patuk masing-masing memiliki 2 minimarket berjejaring. Sedangkan untuk Kecamatan Saptosari dan Girisubo baru memiliki satu. Sesuai dengan Perda tersebut, pendirian minimarket berjejaring memang maksimal dua unit. Aturan ini sendiri dikecualikan khusus untuk Kecamatan Wonosari dengan pertimbangan adalah pusat kota.
Sekretaris Disperindag Gunungkidul, Virgilio Soriano memastikan, seluruh minimarket berjejaring yang ada saat ini sudah memiliki izin operasional. Meski demikian, ia memberikan catatan bahwa saat ini lokasi minimarket berjejaring yang letaknya dekat ataupun di sekitar pasar tradisional perlu diatur jaraknya. Ia menyebut pangsa pasar minimarket berjejaring dengan pasar tradisional berbeda.
“Kalau toko berjejaring kan ada yang buka 24 jam, jadi jika perlu sesuatu pada malam hari tidak bingung beli di mana,” kata Virgilo, Senin (23/09/2019).
Sedangkan pembeli di pasar tradisional, lanjut Virgilo, biasanya mencari kebutuhan pokok sehari-hari. Ia mengklaim keberadaan minimarket berjejaring dan pasar tradisional berjalan dengan baik.

“Untuk pengawasan toko berjejaring kami fokus pada barang dagangan yang layak dijual untuk melindungi konsumen. Misalnya barangnya kadaluwarsa dan yang lainnya,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Penagihan dan Pengendalian, BKAD Gunungkidul, Supriyatin menambahkan, berkaitan dengan minimarket berjejaring ini, pihaknya hanya terbatas menangani perihal pungutan terhadap pajak reklame saja. Menurutnya, semua minimarket berjejaring sudah membayar pajak reklamenya.
“Tidak ada yang menunggak intinya,” kata Supriyatin.
Supriyatin menambahkan, hingga kini serapan pajak reklame mencapai Rp 641 juta. Pada tahun ini target pajak reklame sebesar Rp1 miliar.
“Akan kami genjot terus yang sisa 36%,” tandasnya .
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized3 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
