fbpx
Connect with us

Pemerintahan

RSUD Saptosari Akan Difungsikan Khusus Tangani Pasien Covid19

Published

on

Wonosari, (pidjar.com)–Kabupaten Gunungkidul sejak beberapa waktu terakhir ini mulai mencatatkan trend penurunan dalam penularan covid19. Hal ini seyogyanya terus menjadi motivasi bagi masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan dan menjaga kesehatan diri. Kendati demikian, masyarakat tak boleh terlena karena penularan covid19 di Gunungkidul masih terus terjadi.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty, menyampaikan, belakangan ini tren penularan covid19 di Gunungkidul masih fluktuatif meski telah ada trend penurunan. Masyarakat diminta agar tetap mengedepankan prokes. Meski demikian, beberapa langkah tengah disiapkan pemerintah untuk mengantisipasi lonjakan kasus covid19 seperti bulan Juli 2021 lalu.

“Potensi kematian pasien covid19 selalu ada selama kasus konfirmasi covid19 masih terus ada,” jelasnya pada media, Minggu (15/08/2021) siang.

Dalam pengalamannya, ia menyampaikan bahwa saat ini, banyak ditemukan warga yang sungkan untuk memeriksakan diri ketika mengalami gejala serupa covid19. Sebuah hal yang sebenarnya cukup berbahaya bagi nyawa yang bersangkutan. Rasa enggan memeriksakan diri di masyarakat juga dapat menjadi pemicu penyebaran covid19 dan munculnya klaster penularan baru. Ia pun berharap masyarakat dapat jujur dengan kondisinya, terlebih ketika mengalami gejala covid19. Ia meminta masyarakat tak enggan untuk memeriksakan dirinya ke fasilitas kesehatan terdekat, supaya ketika dinyatakan terpapar covid19 faskes setempat dapat segera melakukan tracing.

“Penurunan penularan dan penurunan kematian pasien covid19 ini yang harus kita jaga, apalagi di masyarakat masih ada yang merahasiakan kondisinya dan tidak jujur,” sambungnya.

Sementara itu untuk mengantisipasi lonjakan kasus covid19 di Gunungkidul, selain dengan adanya shelter-shelter yang telah disiapkan, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akan menggunakan RSUD Saptosari sebagai rumah sakit khusus penanganan covid19 bagi pasien bergejala sedang dan berat. Sedangkan untuk penanganan pasien non covid akan dipindahkan untuk sementara waktu.

Kebijakan tersebut meringankan beban RSUD Wonosari yang selama ini menjadi pusat rujukan penanganan pasien covid19. Dengan kebijakan ini, diharapkan dapat menambah ketersediaan bed di rumah sakit lantaran RSUD Saptosari memiliki 50 hingga 70 tempat tidur yang tentunya akan menambah kapasitas perawatan. Sebelumnya, ketersediaan tempat tidur bagi pasien covid19 sebanyak 160 unit. Dengan penambahan tersebut ketersediaan tempat tidur pasien covid19 menjadi 190 sampai 210 unit.

“Kita ingin agar pasien covid19, khususnya yang bergejala bisa mendapatkan penanganan yang cepat,” ucapnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler