Uncategorized
Sambangi Gunungkidul, Titiek Soeharto Dorong Penguatan Pangan dan Sektor Pertanian
Wonosari, (pidjar.com) – Anggota DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gunungkidul dengan sejumlah agenda, mulai dari penyaluran bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat, pemberian santunan kepada anak-anak yang membutuhkan, peresmian saluran air untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan sektor pertanian, serta temu warga untuk menjaring aspirasi masyarakat, Sabtu, (24/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Titiek Soeharto bersama Perum Bulog menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada warga Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Gedangsari. Program ini merupakan penyaluran bantuan pangan yang kedelapan oleh pemerintah pusat. Setiap bulannya, ratusan ribu kepala keluarga (KK) di Gunungkidul mendapatkan bantuan tersebut dengan sistem penerimaan rapel.
“Melalui penyaluran beras oleh Perum Bulog ini diharapkan dapat membantu penguatan pangan untuk warga,” kata dia.
Setidaknya ada 1.506 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima bantuan pangan berupa beras di Kalurahan Hargomulyo. Sedangkan di seluruh Gunungkidul tercatat ada 162.704 KPM.
Selain menyalurkan bantuan pangan dan memberikan santunan kepada anak-anak yang membutuhkan, Titiek juga meresmikan saluran air bagi warga Kalurahan Mertelu, Kapanewon Gedangsari, yang dibangun oleh Rabu Biru Foundation bersama PT Pupuk Indonesia dan penjaringan aspirasi masyarakat di wilayah Kalurahan Terbah dan Ngoro-oro, Kapanewon Patuk.
Titiek Soeharto mengatakan, pihaknya bersama dengan pihak-pihak terkait akan terus mengupayakan dukungan pemerintah pusat bagi masyarakat Gunungkidul, baik melalui bantuan pangan maupun program yang mendorong kemajuan sektor pertanian.
Menurutnya, petani perlu mendapatkan dukungan yang memadai agar produktivitasnya semakin meningkat. Dukungan tersebut dapat berupa fasilitasi peralatan pertanian hingga pembangunan infrastruktur pendukung, seperti irigasi, jaringan perpipaan, dan sumur bor.
“Saya berharap, dengan hadirnya tandon air melalui Program Mata Air Indonesia, persawahan yang terdampak kekeringan dapat kembali menghijau. Program ini merupakan upaya untuk membantu petani memperoleh akses air yang lebih baik, sehingga mereka dapat kembali mengelola lahan pertanian secara optimal dan menjaga keberlanjutan penghidupan mereka,” ujar Siti Hediati Soeharto.
Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, mengatakan bantuan pangan merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga ketahanan pangan keluarga, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan.
Namun, ia menegaskan bahwa tujuan pembangunan tidak berhenti pada pemberian bantuan sosial. Pemerintah daerah juga harus mendorong masyarakat agar semakin mandiri secara ekonomi dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
Sebagai Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Gunungkidul, Joko berkomitmen mendorong integrasi berbagai program agar pelaksanaannya semakin efektif dan memberikan hasil yang terukur.
“Bantuan yang diberikan ini sifatnya hanya stimulan saja. Kami berharap masyarakat yang saat ini menerima bantuan nantinya memiliki kesempatan lebih besar untuk mandiri, produktif, dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
Lebih lanjut ia mengatakan, Gunungkidul merupakan yang sebagian besar warganya merupakan petani. Namun mereka menghadapi keterbatasan sarana prasarana dan ketersediaan air yang minim saat musim kemarau.
Maka dari itu, pembangunan infrastruktur, keberlanjutan pemanfaatan saluran air juga menjadi perhatian. Dengan adanya bantuan pengairan yang diberikan oleh pemerintah daerah, provinsi, pusat serta pihak ketiga diharapkan pemerintah kalurahan bersama kelompok tani diharapkan dapat mengelola dan memelihara jaringan irigasi tersebut dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Joko menambahkan, pembangunan pertanian Gunungkidul ke depan perlu diarahkan pada modernisasi irigasi, pemanfaatan teknologi pertanian, peningkatan nilai tambah hasil panen, serta penguatan akses pasar bagi petani.
Ia meyakini kemajuan Gunungkidul harus dimulai dari desa, sementara peningkatan kesejahteraan masyarakat perlu ditopang sektor-sektor produktif, terutama pertanian.
“Saya sangat berterimakasih atas bantuan dari pusat serta pihak lain yang masuk ke Gunungkidul. Semoga sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pihak swasta, dan masyarakat terus diperkuat agar bantuan sosial tidak hanya meringankan beban kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk membangun kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan warga Gunungkidul,” tandasnya.
-
Uncategorized5 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized1 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya4 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized4 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial6 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized5 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized5 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
