Sosial
Disdag Gunungkidul Sebut Kenaikan Harga Picu Perubahan Pola Konsumsi BBM Masyarakat
Wonosari,(pidjar.com)– Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Gunungkidul menyebut kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi mulai April 2026 lalu mempengaruhi pola konsumsi masyarakat di berbagai daerah. Pengguna kendaraan mulai melakukan peralihan konsumsi BBM ke harga yang lebih terjangkau.
Kepala Bidang Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Gunungkidul, Ris Heryani mengatakan, dengan adanya kenaikan harga BBM non subsidi yang terjadi selama sebulan terakhir berdampak dengan adanya peralihan jenis BBM yang dibeli oleh masyarakat. Pengawasan dan laporan yang diterima terdapat beberapa titik SPBU yang konsumsi BBM non subsidi mengalami peralihan dari jenis Pertamina Dex ke Bio Solar.
“Ada peralihan demikian karena kenaikan harga yang terjadi,” kata Ris Heryani.
Ia menjelaskan konsumsi BBM di Gunungkidul selama bulan April yakni Bio Solar sebanyak 2.391.690 liter konsumsi atau pembelian mengalami kenaikan drastis dibandingkan dengan bulan lalu yang hanya 1.845.848 liter. Jenis PERTAMINA DEX sebanyak 57.478 liter, konsumsi ini turun dibandingkan dengan bulan lalu yang mencapai 63.795 liter.
Kemudian jenis Dexlite konsumsi di bulan April srbanyak 5.126 liter, jenis Pertamax mencapai 841.109 liter. Sedangkan konsumsi atau pembelian Pertamax Turbo 18.165 liter, jumlah ini justru mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan dengan bulan sebelumnya 44.840 liter, dan untuk konsumsi Pertalite sebanyak 4.853.518 liter.
“Mulai tanggal 4 Mei 2026 kemarin kembali ada kenaikan harga BBM non subsidi. Untuk dampaknya belum bisa kami lihat, beberapa hari kedepan atau akhir bulan dapat dilihat dari laporan masing-masing SPBU,” tandas dia.
Adapun per 4 Mei 2026 ini harga BBM non subsidi kembali mengalami kenaikan. Dari sebelumnya Pertamax Turbo dari Rp 19.400 menjadi Rp 19.900/liter, Dexlite dari Rp 23.600 menjadi Rp 26.000/liter. Pertamina Dex dari Rp 23.900 menjadi Rp 27.900/liter, Pertamax Green tetap Rp 12.900 per liter, Pertamax tetap Rp 12.300 per liter, Pertalite tetapRp 10.000 per liter, Biosolar tetap Rp 6.800 per liter.
Hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang pengelola SPBU di Kabulaten Gunungkidul, Dody Wijaya.
Menurutnya, pasca penyesuaian harga beberapa waktu terakhir, terjadi perubahan pola pembelian dari konsumen. Jika sebelumnya pengguna kendaraan pribadi cenderung memilih BBM nonsubsidi, kini sebagian mulai beralih ke jenis BBM yang lebih ekonomis. Penurunan terjadi berkisar 50% sampai dengan 70% dari sebelum terjadinya kenaikan harga.
“Misalnya sebelum kenaikan harga April lalu, SPBU dapat menjual 100 liter sampai dengan 200 liter Pertamina Dex setelah harga baru, sehari 30-80 liter saja. Contoh lain, Pertamax Turbo dari biasanya 150-170 liter per hari, setelah harga berubah hanya 60-90 liter sehari,” ucap dia.
Menurutnya, selain faktor beralih ke BBM yang lebih terjangkau kemudian banyak yang memilih untuk lebih mengurangi intensitas pemakaian kendaraan yang menggunakan BBM non subsidi.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
