Pendidikan
Sempat Dihentikan, Sekolah-sekolah di Gunungkidul Mulai Kembali Terapkan Pembelajaran Tatap Muka
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dinas Pendidikan Gunungkidul memastikan sekolah yang sebelumnya terdapat penularan covid19 akan segera kembali lagi melaksanakan pembelajaran tatap muka. Sebelumnya, di sejumlah sekolah tersebut, pemerintah sempat melakukan penghentian aktifitas pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas lantaran adanya penularan.
Sekretaris Dinas Pendidikan Gunungkidul, Winarno, menyampaikan, saat ini hanya tinggal beberapa sekolah saja yang masih melakukan pembelajaran jarak jauh karena sempat ada penularan covid19 di lingkungan sekolah mereka. Secara keseluruhan, sekolah yang sebelumnya sempat terjadi penularan covid19 sudah mulai menggelar pembelajaran tatap muka kembali.
“Kalau jumlahnya kemarin ada enam Taman Kanak-Kanak, dua Sekolah Dasar, dan dua Sekolah Menengah Pertama yang beralih ke pembelajaran jarak jauh,” ucap Winarno, Senin (07/03/2022).
Dari laporan yang ia terima, dari jumlah tersebut kini tinggal menyisakan satu SD dan satu SMP yang masih menggelar pembelajaran jarak jauh. Ia menyampaikan jika tak lama lagi, sekolah tersebut juga akan segera kembali aktif dalam pembelajaran tatap muka seiring dengan masa isolasi yang juga berakhir.
“Yang kemarin sudah pada sembuh PTM aktif lagi, untuk SD yang masih pembelajaran jarak jauh itu SD N I Wonosari karena ada guru dan murid yang terkena covid19. Untuk SMP yang tadinya dihentikan sekarang sudah mulai lagi PTM, tinggal satu yang belum itu ada di Kapanewon Karangmojo yang hari ini batas akhir isomannya,” papar dia.
Ia menambahkan, mekanisme pencegahan penularan covid19 di lingkungan sekolah tak jauh berbeda dengan sebelumnya, yaitu dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan secara ketat baik untuk guru maupun siswanya.
“Apabila siswa dan guru ada yang mengalami flu, pusing dan badan kurang fit agar diminta istirahat di rumah dan memeriksakan ke dokter. Kemudian kalau terdapat siswa terinfeksi covid19 lebih dari lima siswa, disarankan untuk menghentikan PTMT dan diganti dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” ungkapnya.
Selain itu, ia meminta pihak sekolah agar selalu menjalin kerjasama dengan satgas covid19 di wilayahnya masing-masing baik tingkat Kalurahan maupun Kapanewon. Adanya kerjasama tersebut diharapkan ketika ada warga sekolah yang terpapar, dapat segera ditangani dengan cepat.
“Kami juga menghimbau agar kepala sekolah selalu bekerjasama dengan satgas Kapanewon, Kalurahan dan Puskesmas terdekat untuk pencegahan covid19 di lingkungan sekolah,” tutup Winarno.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
