Connect with us

Sosial

Sepi Tanggapan, Dalang Kondang Ini Terpaksa Jual Set Gamelan Kesayangan

Diterbitkan

pada

Gedangsari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pandemi yang terjadi sejak 1,5 tahun terakhir ini memang memukul berbagai sektor. Tak hanya iklim usaha saja, pandemi juga berdampak kepada para pelaku seni dan budaya. Lantaran pandemi, saat ini tak lagi ada pagelaran-pagelaran budaya. Tak adanya pendapatan membuat para pelaku seni dan budaya harus pontang-panting untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tak jarang mereka harus menjual peralatan-peralatan yang biasa digunakan untuk manggung.

Seperti yang dialami oleh seorang dalang, Ki Surono (44) warga Padukuhan Tembrono, Kalurahan Tegalrejo, Kapanewon Gedangsari. Ia terpaksa akan menjual satu set gamelan slendro pelo kesayangannya. Gamelan yang sudah membesarkan namanya di dunia pewayangan tersebut ia jual karena kebutuhan hidup yang cukup mendesak. Terlebih selama pandemi karena hajatan dibatasi, orderan pagelaran wayang hanya hitungan jari.

Berita Lainnya  Buka Kran Air Keluar Gas Disebut Buat Harga Layanan PDAM Lebih Mahal Dari Beli Air Tangki

Kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, bapak dua orang anak ini mengungkapkan, satu set gamelan slendro pelo ini sebenarnya sudah sekitar sepuluh tahun ia miliki. Kala itu, ia membelinya dengan harga Rp. 350 juta untuk satu set. Harga tersebut cukup sebanding dengan keeksisannya di dunia perwayangan baik dalam maupun luar Kabupaten Gunungkidul.

Maklum, dalam satu bulan saja, belasan tanggapan wayang ia jalani. Sementara satu kali pertunjukkan dalam satu malam ia menarif belasan juta rupiah. Pria yang juga memiliki sanggar kesenian ini juga bisa menghidupi hingga belasan sinden dan wiyogo.

“Ya mau gimana lagi, karena kondisi seperti ini, kepentok butuh jadi tidak ada pilihan lagi,” kata Surono, Sabtu (03/07/2021).

Surono tak menampik, gerusan ekonomi menjadi salah satu alasannya akan menjual gamelan kesayangannya. Ia menyebut, selama setahun lebih pandemi ini, tanggapan wayang di hajatan hanya lima kali.

Berita Lainnya  Tujuh Kasus Alergi Akibat Konsumsi Lisong Terjadi di Tanjungsari, Begini Tips Menghindarinya

“Padahal dulu sak sepi-sepinya lima tanggapan sebulan kalau ramai ya lima belas tanggapan,” ujar dia.

Untuk harga satu set gamelan yang akan ia jual sendiri tak akan dipatok harga. Hanya saja ia meminta jangan jauh dari harga belinya dulu.

“Jadinya soal harga nanti bisa dirembuk, nego sampai jadi saja,” imbuhnya.

Sementara untuk hasil penjualannya nanti, selain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ia juga akan berbagi kepada orang-orang di sekelilingnya yang membutuhkan. Ia mengaku cukup prihatin karena dampak pandemi ini sangat dahsyat bagi masyarakat.

“Walaupun sedikit saya pengennya ya berbagi, lagi saya yang muda aja susah cari uang, apalagi yang janda jompo,” tukas Surono.

Berita Lainnya  Cerita Tragis di Balik Tabrakan Maut Bedoyo, Perkawinan Gagal Akibat Mempelai Pria Meninggal Dalam Kecelakaan

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata20 jam yang lalu

Onsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja ,(pidjar.com)– Menghadirkan perpaduan suasana pegunungan dengan nuansa Jepang, Onsen Resort Kaliurang menawarkan pengalaman menginap yang menyasar keluarga, pasangan,...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Berita Terpopuler