Pemerintahan
Sudah 9 Bulan, Persediaan Vaksin Polio di Gunungkidul Kosong
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Vaksin polio di seluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Gunungkidul masih kosong. Akibatnya masyarakat yang memiliki balita dan harus mendapatkan vaksin polio harus membelinya di klinik swasta.
Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty mengungkapkan sampai sekarang belum ada pengadaan vaksin polio injeksi (Injection Polio Vaccine/IPV) dari pusat. Menurutnya belum ada kejelasan kapan vaksin polio tersedia.
“Mau beli (IPV) lewat e-katalog tapi tidak ada di situ. Jadi persediaan kita kosong sampai saat ini,” kata Dewi, Minggu (14/06/2020).
Ia menjelaskan, sejauh ini pihaknya telah mencoba menanyakan perihal stok IPV ke pemerintah provinsi hingga pusat setiap harinya. Namun ia menyebut tidak ada jawaban pasti dari mereka.
“Padahal, IPV merupakan salah satu vaksin dasar dalam program imunisasi yang wajib didapatkan oleh anak balita,” imbuh dia.

Dewi mengatakan imunisasi ini biasanya bisa didapatkan secara gratis di Puskesmas, jika ada persediaan. Namun sudah beberapa bulan ini stok kosong.
“Bahkan pelaksanaan di swasta pun, vaksinnya gratis dari pemerintah. Pengadaannya sendiri kita sesuaikan dengan jumlah balita sasaran,” jelas Dewi.
Sejauh ini, masyarakat yang membutuhkan vaksin tersebut, harus membeli ke klinik swasta. Masyarakat harus merogoh kocek antara Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu. Harga tersebut sudah termasuk biaya jasa di klinik swasta.
“Kekosongan IPV sudah sejak September 2019 lalu,” jelasnya.
Terpisah Kasi Surveillance dan Imunisasi Dinkes Gunungkidul drg. Niken Widyawati menjelaskan adanya kebijakan dari menteri yang baru berpengaruh pada pengadaan vaksin.
“Karena ada kebijakan baru, ada perubahan dalam e-katalog. Jadi diulang lagi pemesanannya,” jelas Niken.
Lantaran ada perubahan tersebut, alhasil Dinkes Gunungkidul hanya bisa menunggu. Saat itu, informasi dari pusat menyampaikan persediaan akan turun pada bulan April. Namun hingga saat ini masih tetap kosong.
“Vaksin yang berbayar dari swasta saat ini bukan berasal dari pengadaan pemerintah. Mereka melakukan pengadaan vaksin tersebut secara mandiri,” imbuh dia.
Sedangkan, lanjut Niken, pemerintah daerah tidak diperkenankan melakukan pengadaan sendiri jika mengalami kekosongan. Sebab pengadaan untuk program imunisasi harus sesuai regulasi ketat.
“Kalau (persediaan) dari pusat lagi berhenti, otomatis pelayanan kita ikut terhenti,” pungkas Niken.
-
Pemerintahan1 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized1 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa1 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized2 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa1 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized2 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized2 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized1 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
