fbpx
Connect with us

Info Ringan

Tujuh Fakta Tentang Matahari

Published

on

Jogja,(pidjar.com)–Matahari atau Surya adalah bintang di pusat tata surya. Bentuknya nyaris bulat dan terdiri dari plasma panas bercampur medan magnet. Diameternya sekitar 1.392.684 km, kira-kira 109 kali diameter Bumi, dan massanya (sekitar 2×1030 kilogram, 330.000 kali massa Bumi) mewakili kurang lebih 99,86 % massa total tata surya. Banyak fakta menarik tentang matahari, termasuk bahwa ia terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu akibat peluruhan gravitasi suatu wilayah di dalam sebuah awan molekul besar. Berikut kupasan yang ditulis Judith Hartl tentang fakta-fakta menarik seputar matahari sebagaimana dilansir DW Indonesia.

Tungku Api Raksasa yang Spektakuler

Citra luar biasa Matahari ini dikirimkan “Solar Orbiter“ dari jarak 77 juta kilometer ke Bumi. Belum pernah sebelumnya, gambaran letupan kecil di Matahari nampak sangat jelas dengan resolusi tinggi. Wahana luar angkasa itu antara lain akan meneliti erupsi di Matahari.

Badai Matahari atau Erupsi Kecil

Matahari terus bergolak dan terjadi erupsi terus menerus, kadang letusan kecil dan sesekali letusan dahsyat. Dalam erupsi dahsyat tercipta badai Matahari yang memuntahkan milyaran ton material bermuatan elektromagnetik ke antariksa.

Bola Api Purba

Matahari tercipta dari awan gas bersamaan dengan planet-planet di Tata Surya sekitar 4,6 milyar tahun silam. Para pakar astronomi dan astrofisika memperkirakan, Matahari akan terus memancarkan material energinya hingga lima milyar tahun ke depan. Sebelum kematiannya, Matahari mula-mula melembung menjadi raksasa merah dan kemudian mengkerut jadi bintang kerdil putih.

Reaktor Fusi Nuklir Raksasa

Pada prinsipnya Matahari adalah reaktor fusi nuklir raksasa. Di dalam intinya, tekanan dan suhu luar biasa tinggi, membuat atom Hidrogen melebur menjadi atom Helium dengan melepas energi yang juga luar biasa besarnya. Sebagai ilustrasi: seujung kuku material Matahari membangkitkan energi setara dengan energi dari pembakaran 1000 ton batubara.

Seratus Kali Lebih Besar dari Bumi

Dari Bumi, bintang pusat Tata Surya itu kelihatannya cuma sekecil bola sepak yang bercahaya. Padahal diameter Matahari mencapai 700.000 kilometer. Pada intinya temperatur Matahari mencapai 15 juta derajat Celsius, sementara di permukaannya jauh “lebih dingin“ sekitar 5500°C.

Satu dari Trilyunan Bintang

Matahari hanyalah satu dari trilyunan bintang yang ada di alam semesta. Ukurannya juga tergolong sedang. Ada bintang yang diketahui besarnya ratusan kali lipat matahari, seperti bintang VY Canis Majoris di Bima Sakti yang 2.000 kali lipat Matahari. Tapi ada juga bintang yang ukurannya lebih kecil dari matahari. Semua bintang bercahaya karena memancarkan energi.

Obyek Penelitian yang Terus Membara

Permukaan matahari terus bergolak, materi berwarna terang naik dari inti ke permukaan, sementara yang berwarna gelap turun lagi ke dalam inti. Matahari adalah bintang yang jaraknya paling dekat ke Bumi, yakni sekitar 40 triliun kilometer, sehingga para pakar astronomi ”bersenjatakan” teleskop raksasa paling modern, bisa mengamati dengan jelas aktivitas di permukaan Matahari.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler