fbpx
Connect with us

Sosial

Tujuh Kapanewon di Gunungkidul Alami Kekeringan, BPBD Mulai Rutin Droping Air

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Seperti tahun sebelumnya, masalah ketersediaan air bersih saat musim kemarau masih menjadi masalah bagi masyarakat di Gunungkidul. Pasalnya, bak Penampung Air Hujan (PAH) milik warga di wilayah selatan Gunungkidul juga semakin menipis. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sendiri mencatat sedikitnya terdapat tujuh kapanewon yang saat ini terdampak kekeringan.

Kepala BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, tujuh kapanewom yang telah melaporkan bencana kekeringan ini yakni Girisubo, Rongkop, Semanu, Tepus, Paliyan, Saptosari dan Purwosari. Namun demikian, baru ada tiga kapanewon yang melakukan pengajuan bantuan droping air.

“Sampai hari ini kami baru mendroping tiga kapanewon, Semanu, Girisubo dan Rongkop,” ucap Edy, Senin (03/08/2020).

Dalam droping air sendiri BPBD mengeragkan 25 tanki untuk dikirim langsung ke bak-bak penampungan milik warga. Di Kapanewon Rongkop terdapat beberapa lokasi yang tersasar droping yakni Kalurahan Pringombo, Nglindur, Semugih, Pucanganom, Petir, Bohol dan Melikan. Sedangkan di Kapanewon Girisubo droping air dikirim ke Kalurahan Karangawen dan tiga titik di Nglindur.

“Di Semanu sudah dikirim Kalurahan Dadapayu dan Pacarejo,” imbuh dia.

Edy menambahkan, droping air dilakukan lantaran PAH milik warga mulai kehabisan air. Sebab penggunaan air bagi masyarakat sendiri juga menjadi hal yang pokok.

Lebih lanjut dikatakan, pihaknya meminta seluruh panewu di Gunungkidul segera memberikan laporan apabila wilayahnya terdampak kekeringan. Hal ini dikatakan Edy mempermudah pemetaan lokasi untuk droping air.

“Kami tahun ini menyiapkan anggaran 700juta untuk droping air,” kata Edy.

Sementara itu, secara terpisah Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto memastikan lahan pertanian bebas puso. Menrutnya sejumlah lahan pertanian produktif seperti Kapanewon Ponjong, Wonosari, Playen dan Karangmojo bahkan siap kembali memanen padi Agustus ini.

“Air dari sumber masih mengalir deras dan mengairi area persawahan, kami pastikan Agustus ini siap untuk panen padi periode kedua tahun ini,” tutup dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler