Connect with us

Peristiwa

Desa Ini Terapkan Dua Jam Tanpa Gadget

Diterbitkan

pada

Patuk,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kebijakan cukup unik ditengah modernisasi diterapkan di Desa Ngoro-oro, Kecamatan Patuk. Di wilayah tersebut belum lama ini mendeklarisikan program dua jam tanpa barang-barang elektronik. Dua jam tersebut diwacanakan diisi oleh kegiatan spiritual keagamaan dan kegiatan belajar bagi warga yang masih duduk di bangku sekolah. Hal tersebut diharapkan mampu mewujudikan generasi yang berakhlak dan mempunyai ilmu pengetahuan yang luas.

Kepala Desa Ngoro-oro, Sukasto mengatakan, program tersebut telah dideklarasikan pada Kamis (01/08/2019) lalu. Namun kebijakan tersebut menurutnya tidak bersifat mengikat, artinya program dua jam tanpa barang elektronik atau gadget itu bersifat ajakan atau himbauan semata.

“Karena sifatnya ajakan atau himbauan saja, jadi tidak ada sanksi bagi yang tidak melakukannya,” terang Sukasto, Jumat (09/08/2019).

Ia menuturkan, adanya deklarasi ini bukan berarti menunjukan bahwa warga Ngoro-oro menganggap perekmbangan teknologi berdampak negative. Namun lebih dari itu, pihaknya berharap dua jam tanpa gadget itu diisi kegiataan spiritual dan belajar bagi anak-anak.

Berita Lainnya  Tak Mau Dukung Salah Satu Kandidat Calon Bupati, Badingah Tegaskan Pilih Netral Dalam Pilkada Gunungkidul

“Harapan kita di jam 18.00 WIB sampai 20.00 WIB itu diisi beberapa kegiatan. Yakni selama satu jam awal, warga diimbau untuk membaca Alquran atau Iqro. Kemudian pada pukul 19.00 sampai 20.00 WIB, digunakan untuk belajar bagi mereka yang masih duduk di bangku sekolah,” jelas dia.

Jika nantinya ada kegiatan yang melibatkan peralatan elektronik, Sukasto menjelaskan bahwa kegiatan harus selesai sebelum pukul 18.00 WIB. Ia mengambil contoh jika nantinya ada acara hajatan diharapkan selesai sebelum jam yang disepakati itu.

“Kami juga imbau kepada masyarakat yang ada hajatan, untuk selesai sebelum pukul 18.00 dengan mematikan musik organ tunggal,” katanya. 

Setelah dilakukan deklarasi, t sebanyak 811 Kepala Keluarga di desanya juga terus diingatkan mengenai program ini. Salah satunya dengan memakai pengeras suara yang ada di Masjid maupun Mushola.

Berita Lainnya  Misteri Hilangnya Ima, Gadis Cantik Penjual Cilok Yang Sempat Viral

“Kami juga secara berangsur membagikan Alquran kepada masyarakat secara gratis. Setiap keluarga minimal punya dua Alquran,” ucapnya.

Salah seorang guru SD Negeri Ngoro-oro, Sriyatin n menyambut baik program dari desa ini. Program ini diharapkan bisa membuat para muridnya lebih konsentrasi ketika belajar di rumah. Pihak sekolah juga ikut dalam sosialisasi program ini

“Anak-anak memang belum punya handphone, tapi orangtuanya kan punya. Kadang anak meminjam,” katanya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata20 jam yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis4 hari yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler