Pariwisata
Sawah Kerjo Ponjong, Lokasi Primadona Bagi Penikmat Senja
Ponjong,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kecamatan Ponjong dikenal sebagai kawasan pertanian yang subur dan dalam segala musim. Lahan ini tetap ditanami padi lantaran sumber air yang cukup melimpah. Hijaunya lahan pertanian yang berada di pinggir jalan selalu menarik pengguna jalan atau anak muda untuk berhenti. Sejenak, sambil menikmati pemandangan hijau yang dikelilingi pegunungan.
Sawah Kerjo nama hitsnya. Berada di sepanjang Jalan Karangmojo-Ponjong, tepatnya di Desa Genjahan, Kecamatan Ponjong. Lokasi ini seolah menjadi primadona kalangan pemuda untuk menghabiskan waktu bersama teman-temannya, sembari menunggu matahari tenggelam.

Sawah Kerjo sendiri memang sebuah kawasan pertanian padi milik warga sekitar. Di sisi jalan umum baik kanan maupun kiri membentang puluhan hektare tanaman padi nan hijau, meski musim kemarau sawah ini masih tetap memproduksi. Pemandangannya pun cukup menarik, hamparan hijau membuat mata segar saat memandang. Belum lagi sering ada burung bewarna putih yang hinggap. Semilir angin di kawasan ini juga menambah suasana syahdu bagi orang yang sejenak berhenti di kawasan ini.
Setiap sore, kawasan ini sering kali ramai oleh pengunjung. Mulai dari kalangan muda bahkan orang tua untuk sekedar menghabiskan waktu dipinggiran pematang sawah. Seringkali juga terdengar gemericik air dari area pertanian dan pengairan yang berada di sekitar.

“Asyik sih nyore di kawasan Sawah Kerjo, Ponjong ini. Udaranya seger, terus pemandangannya juga bagus. Jarang to di kawasan pedesaan terlihat hijau lahan pertanian di musim kemarau seperti sekarang,” kata Danang Tri, salah seorang pemuda yang menghabiskan waktu di lokasi tersebut.

Aktivitas yang biasanya dilakukan di tempat ini sekedar bercanda gurau bersama teman-teman, berfoto ria di sekitar pematang sawah yang hijau sembari memburu sunset. Karena perubahan langit yang semula terang menjadi gelap cukup terlihat dan bulatan matahari yang tenggelam juga terlihat begitu jelas, sehingga menimbulkan kesan tersendiri.
“Ramai banget. Beberapa kali datang. Dan sampai bingung mau duduk di mana saking ramainya yang nongkrong. Foto yang dihasilkan tuh instagramable sekali jadi sejak dulu seolah favorit anak muda,” tambah dia.
Biasanya yang berkunjung lokasi ini juga membawa camilan sendiri. Mereka terlebih dahulu berbelanja makanan tradisional yang di jual oleh penjual makanan di sekitar simpang lima Ponjong. Biasanya jajanan tradisional yang sering dibawa untuk menemani nyore di pinggiran sawah yakni, Pecel Ponjong, Puli Tempe, Jadah, Gorengan, Tempe Benguk goreng, dab beberapa makanan tradisional lainnya.
“Pecel Ponjong dan Puli Tempe jadi idola dan menu wajib yang dibawa,” imbuhnya.
Di pinggiran sawah ini juga ada beberapa penjual makanan. Seperti angkringan dan soto ceker, tinggal di mana mereka akan berkumpul kemudian sembari memesan makanan yang ada. Meski ramai, namun aktivitas yang dilakukan tidak lah mengganggu. Mereka tidak melakukan hal-hal aneh misalnya balapan atau kegiatan lain, hanya sekedar menikmati indahnya sore di sekitar kawasan pertanian.
“Indah soalnya kalau di sini. Kalau sudah gelap satu persatu pergi,” tutupnya.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized1 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
