fbpx
Connect with us

Pariwisata

Sawah Kerjo Ponjong, Lokasi Primadona Bagi Penikmat Senja  

Diterbitkan

pada tanggal

Ponjong,(pidjar.com)–Kecamatan Ponjong dikenal sebagai kawasan pertanian yang subur dan dalam segala musim. Lahan ini tetap ditanami padi lantaran sumber air yang cukup melimpah. Hijaunya lahan pertanian yang berada di pinggir jalan selalu menarik pengguna jalan atau anak muda untuk berhenti. Sejenak, sambil menikmati pemandangan hijau yang dikelilingi pegunungan.

Sawah Kerjo nama hitsnya. Berada di sepanjang Jalan Karangmojo-Ponjong, tepatnya di Desa Genjahan, Kecamatan Ponjong. Lokasi ini seolah menjadi primadona kalangan pemuda untuk menghabiskan waktu bersama teman-temannya, sembari menunggu matahari tenggelam.

Sawah Kerjo sendiri memang sebuah kawasan pertanian padi milik warga sekitar. Di sisi jalan  umum baik kanan maupun kiri membentang puluhan hektare tanaman padi nan hijau, meski musim kemarau sawah ini masih tetap memproduksi. Pemandangannya pun cukup menarik, hamparan hijau membuat mata segar saat memandang. Belum lagi sering ada burung bewarna putih yang hinggap. Semilir angin di kawasan ini juga menambah suasana syahdu bagi orang yang sejenak berhenti di kawasan ini.

Berita Lainnya  Mangkrak, Taman Saptosari Nan Megah Kini Kumuh dan Lumpuh

Setiap sore, kawasan ini sering kali ramai oleh pengunjung. Mulai dari kalangan muda bahkan orang tua untuk sekedar menghabiskan waktu dipinggiran pematang sawah. Seringkali juga terdengar gemericik air dari area pertanian dan pengairan yang berada di sekitar.

“Asyik sih nyore di kawasan Sawah Kerjo, Ponjong ini. Udaranya seger, terus pemandangannya juga bagus. Jarang to di kawasan pedesaan terlihat hijau lahan pertanian di musim kemarau seperti sekarang,” kata Danang Tri, salah seorang pemuda yang menghabiskan waktu di lokasi tersebut.

Aktivitas yang biasanya dilakukan di tempat ini sekedar bercanda gurau bersama teman-teman, berfoto ria di sekitar pematang sawah yang hijau sembari memburu sunset. Karena perubahan langit yang semula terang menjadi gelap cukup terlihat dan bulatan matahari yang tenggelam juga terlihat begitu jelas, sehingga menimbulkan kesan tersendiri.

“Ramai banget. Beberapa kali datang. Dan sampai bingung mau duduk di mana saking ramainya yang nongkrong. Foto yang dihasilkan tuh instagramable sekali jadi sejak dulu seolah favorit anak muda,” tambah dia.

Biasanya yang berkunjung lokasi ini juga membawa camilan sendiri. Mereka terlebih dahulu berbelanja makanan tradisional yang di jual oleh penjual makanan di sekitar simpang lima Ponjong. Biasanya jajanan tradisional yang sering dibawa untuk menemani nyore di pinggiran sawah yakni, Pecel Ponjong, Puli Tempe, Jadah, Gorengan, Tempe Benguk goreng, dab beberapa makanan tradisional lainnya.

Berita Lainnya  Menatap Sakralnya Momen Matahari Terbenam Dari Puncak Paralayang

“Pecel Ponjong dan Puli Tempe  jadi idola dan menu wajib yang dibawa,” imbuhnya.

Di pinggiran sawah ini juga ada beberapa penjual makanan. Seperti angkringan dan soto ceker, tinggal di mana mereka akan berkumpul kemudian sembari memesan makanan yang ada. Meski ramai, namun aktivitas yang dilakukan tidak lah mengganggu. Mereka tidak melakukan hal-hal aneh misalnya balapan atau kegiatan lain, hanya sekedar menikmati indahnya sore di sekitar kawasan pertanian.

“Indah soalnya kalau di sini. Kalau sudah gelap satu persatu pergi,” tutupnya.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler