fbpx
Connect with us

Pariwisata

Lagu Banyu Langit Karya Didi Kempot Dianggap Bantu Promosikan Wisata Nglanggeran

Diterbitkan

pada tanggal

Patuk,(pidjar.com)–Lagu Banyu Langit ciptaan Didi Kempot banyak digandrungi oleh masyarakat disetiap acara atau kegiatan lagu ini seringkali dinyanyikan didengar. Bersamaan dengan itu pula lagu yang terinsipirasi dari salah satu obyek wisata di Gunungkidul ini dianggap membantu promosi pariwisata di Bumi Handayani, pasalnya dalamliriklagu ini menyebutkan sebuah suasana di Gunung api purba Nglanggeran.

Dalam lirik lagu tersebut terserat, “ademe gunung merapi purbo. Melu krungu swaramu ngomongke opo. Ademe gunung merapi purbo. Sing ning langgran Wonosari Jogjakarta. Lirik ini cukup menggambarkan suasana di obyek wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Kecamatan Patuk yang menyuguhkan pesona dari atas gunung.

“Tentu dengan adanya lagu ini berdampak positif bagi kunjungan wisatawan,” kata salah satu Pengelola Gunung Api Purba Nglanggeran, Aris Triyono, Minggu (01/09/2019).

Ia menjelaskan, dalam bait lagu karya Didi Kempot itu terdapat banyu langit. Hal itu pula kadang dicari oleh beberapa wisatawan yang datang berkunjung.

Berita Lainnya  Berkunjung ke Festival Kangen Kitiran, Memperkenalkan Kembali Mainan Tradisional Sembari Menikmati Sensasi Berfoto Bersama 10.000 Kitiran

“Ada yang mencari banyu langit pas sampai dipuncak. Kebanyakan yang mencari wisatawan sepuh (tua) yang mencari asal usul atau cerita banyu langit,” ucapnya.

Sementara itu, Bidang Pemasaran Pokdarwis Gunung Api Purba Nglanggeran Heru Purwanto, mengatakan, dampak lagu Banyu Langit sudah sejak tiga tahun terakhir oleh pengelola maupun masyarakat setempat. Kawasan obyek wisata ini cukup diminati oleh para pelancong dari berbagai kota atau bahkan dari manca Negara. Dampak dari lagu ini diketahuinya ketika berbincang bersama wisatawan. Bahkan ada yang memang belum mengetahui adanya wisata Gunung Api Purba, sebelum tenarnya lagu itu.Sebagian besar wisatawan yang menanyakan wisatawan dari Jawa Timur.

“Ada juga yang tahu Gunung Api Purba Nglanggeran karena lagu tersebut. Ada juga beberapa wisatawan datang ingin tahu apa yang sesuai yang dinyanyikan Didi kempot,” tambah dia.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan pihaknya berupaya untuk mengembangkan wisata kawasan utara seperti embung Sriten, gunung gambar, Gunung Gentong (4G), dan juga Gunung Api Purba Ngelanggeran. Hal itu tentunya untuk memberikan inovasi baru selain wisata pantai agar para wisatawan dapat menentukan pilihannya.

Berita Lainnya  Kembali Dibuka Pasca Amukan Lebah, Tingkat Kunjungan ke Gunung Api Purba Nglanggeran Berangsur Normal

Selain Kawasan Nglanggeran, saat ini pemerintah fokus pengembangan wisata di Gunung Gentong, Gedangsari. Jika anggaran pengembangan disetujui pada tahun 2020 maka kawasan Gunung Gentong akan dimaksimalkan.

Untuk kawasan Embung Batara Sriten sudah mulai bergeliat dengan adanya beberapa even seperti festival Sriten untuk budaya dan paralayang yang sudah dilaksanakan pada minggu ke tiga bulan Agustus ini.

Diakui Asty, untuk pengembangan wisata di Embung Batara Sriten karena akses jalan. Meski sudah halus, namun kondisi jalan sempit, tanjakan curam,  sehingga sulit dilalui kendaraan besar.

“Sriten memang benar sudah dibangun aksesnya cuma hanya untuk kendaraan kecil tidak mungkin bus besar masuk,” ujarnya.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler