Sosial
Kodim 0730 Lakukan Normalisasi Bak Penampungan Air, Targetkan Warga Suren Manfaatkan Air Umbul secara Maksimal
Tepus,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kodim 0730 Gunungkidul bersama warga Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus melakukan normalisasi sumber air bawah tanah Umbul Suren yang ada di wilayah tersebut. Harapannya, dengan adanya kegiatan itu, kesulitan masyarakat terkait dengan air bersih dapat diatasi. Pasalnya, setelah aliran air lancar dua padukuhan di Desa Tepus dapat menerima air bersih dengan cara lebih mudah.
Komandan Kodim 0730 Gunungkidul, Letkol Inf Noppy Armyanto memgatakan bahwa hari ini telah dilakukan kegiatan gotongroyong pembersihan bak penampungan air di wilayah Desa Purwodadi. Pasalnya, bak tersebut saat ini cukup kotor lantaran banyaknya dedaunan serta ranting pohon yang jatuh ke dalam bak tersebut.
“Untuk tahap pertama kami bergotong royong bersama warga membersihkan bak penampungan,” kata dia, Minggu (22/09/2019).
Ia menambahkan, sebelumnya masyarakat setempat harus merasakan perjalanan cukup jauh untuk sampai pada umbul suren guna dapat mengambil air. Bahkan jalan yang dilalui pun tidak mudah lantaran harus melewati perbukitan.
“Nanti setelah bak yang berada di sekitar umbul suren dibersihkan, lalu air disedot menggunakan popma air yang menggunakan tenaga surya,” kata Noppy

Lebih lanjut di jelaskan, air kemudian akan dialirkan melalui pipa ke atas sebuah bukit dan ditampung ke sebuah bak. Nantinya air air akan disalurkan ke rumah warga di dua dusun yakni Suren 1 dan 2.
“Air di salurkan ke dua dusun menggunakan sistem gravitasi. Selain ramah lingkungan juga hemat biaya,” katanya.
Dirinya berharap, dengan dibangunnya instalasi air bersih diharapkan mampu mengatasi kesulitan warga dalam pengadaan air bersih, dan tidak perlu lagi berjalan ke perbukitan.
“Semoga semakin mudahnya masyarakat mengakses air bersih bisa meningkatkan kesehatan masyarakat, dan juga biaya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dusun Sureng Sukatman mengatakan, selama ini warga harus membeli air dari tangki swasta Rp 120 ribu hingga Rp 150 ribu. Setelah adanya bantuan ini, warga berharap tidak usah membeli air dari tangki swasta.
“Harapannya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat secara maksimal,” pungkas Sukatman. (kelvian)
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized7 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized1 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized1 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized2 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
