fbpx
Connect with us

Info Ringan

Empat Peristiwa Sejarah Besar yang Perlu Diluruskan

Diterbitkan

pada tanggal

Jogja,(pidjar.com)–Selama ini kamu mungkin banyak mendengar tentang berbagai peristiwa bersejarah yang dituturkan dari waktu ke waktu. Sebagian besar peristiwa tersebut mungkin sudah kamu dengar dari sejak kamu masih kecil. Dan tanpa meneliti lebih jauh, kamu cenderung langsung percaya dengan segala cerita historis tersebut dan menganggapnya benar-benar faktual. Hingga kamu dewasa, kamu masih mempercayai cerita tersebut sebagai sebuah kebenaran.

Padahal terdapat beberapa peristiwa sejarah terkenal yang ternyata tidak pernah ada atau tidak pernah terjadi. Fakta sejarah yang ada kerap dipelintir atau diubah dengan berbagai kepentingan. Namun tidak ada salahnya kamu sekarang mencoba mengetahui beberapa peristiwa sejarah yang selama ini kamu anggap benar dan terjadi, padahal sebenarnya tidak pernah terjadi atau terjadi namun tidak seperti yang selama ini kamu pahami. Berikut 4 peristiwa sejarah yang selama ini kamu anggap benar namun faktanya adalah hoax.

Koda Trojan Tidak Pernah Ada

Kabar yang beredar selama ini menyebutkan bahwa dalam Perang Troya, pasukan Akhaia Yunani telah mengepung kota Troya selama sekamur 10 tahun namun tidak juga dapat menguasai kota itu. Orang-orang Yunani itu kemudian membuat sebuah patung kuda kayu besar yang bagian dalamnya dapat digunakan untuk bersembunyi oleh pasukan mereka.

Sebagian dari pasukan Yunani kemudian berpura-pura meninggalkan wilayah Kota Troya. Memberi kesan seolah Pasukan Akhaia telah menyerah dan meninggalkan kota dengan patung kuda itu sebagai tanda kemenangan bagi penduduk Troya. Penduduk Troya kemudian membawa masuk patung kuda besar itu ke dalam wilayah kota dan pada saat itulah pasukan Yunani keluar dari patung dan menghabisi penduduk untuk kemudian menguasai kota.

Faktanya, patung kuda itu tidak pernah ada. Menurut penelitian para arkeolog, yang terjadi saat itu adalah Kota Troya dibakar habis oleh Pasukan Akhaia. Tidak pernah ada Kuda Trojan. Cerita tentang Kuda Trojan ini berasal dari goresan puisi berjudul Odisssey karya Homeros, sastrawan Yunani.

Berita Lainnya  Enam Manfaat Meminum Jus Nanas Secara Berkala

Apel tidak Jatuh di Atas Kepala Isaac Newton

Cerita ini sudah sangat melegenda, bahwa Ilmuwan Isaac Newton menemukan Teori Gravitasi dari peristiwa jatuhnya sebuah apel di atas kepalanya. Saking terkenalnya cerita ini, kamu semua sampai cenderung percaya begitu saja dan bahkan ikut menceritakannya kembali kepada orang-orang di sekamur kamu, bahkan mungkin kepada anak-anak. Faktanya, apel memang terlibat dalam usaha Newton menemukan Teori Gravitasi. Tapi peristiwanya tidak seperti yang selama ini kamu percayai. Apel tidak jatuh di atas kepala Newton. Selama beberapa tahun, Newton terus berusaha mencari tahu tentang hipotesisnya bahwa gravitasi berpengaruh terhadap jarak

Hingga suatu saat ketika dia sedang berada di rumah, dia melihat di kebun ibunya ada sebuah apel yang jatuh dari pohon. Dari sanalah dia kemudian mulai bekerja menggunakan matematika selama beberapa tahun hingga dapat memformulasikan hukum gravitasi dan hukum gerak yang menjadi rujukan dunia pengetahuan selama bertahun-tahun.

Albert Einstein Tidak Pernah Gagal dalam Ujian Matematika

Cerita yang kamu dengar selama ini adalah bahwa Albert Einstein, ilmuwan matematika terkenal asal Jerman pernah gagal dalam tes matematika. Dengan konten ceritanya yang terkesan inspiratif, kamu jadi sering menceritakan peristiwa ini untuk memberikan semangat kepada orang-orang di sekamur kamu, bahwa seorang Einstein saja pernah gagal dalam ujian matematika. Padahal sebenarnya, Einstein tidak pernah gagal dalam ujian matematika. Bahkan di usia 15 tahun dia sudah menguasai kalkulus diferensial. Cerita yang mengatakan bahwa dia gagal dalam ujian matematika sebenarnya berasal dari nilai yang dia dapatkan saat masih belajar di Swiss. Kala itu dia mendapatkan nilai “1”.

Berita Lainnya  Lima Warna Lipstik Untuk Bibir Warna Gelap

Waktu itu, dalam skala 1 sampai 6, nilai 1 adalah nilai terbaik. Hanya kemudian tidak lama setelah itu, ada perubahan sistem penilaian yang menetapkan bahwa nilai terbaik adalah “6”. Jadi penilaiannya dibalik. Sementara nilai Einstein tetap tidak diubah, yaitu “1”. Akhirnya beredarlah cerita bahwa dia tdak mendapat nilai yang tinggi dalam ujian matematika.

Christoper Colombus Tidak Menemukan Benua Amerika

Sebagian besar anak sekolah terutama di Amerika Serikat telah mengetahui bahwa penemu Benua Amerika adalah eksplorer asal Italia bernama Christoper Colombus yang pada tahun 1492 berlayar di Laut Atlantik dalam usahanya mencapai benua Asia. Kamu yang ada di Indonesia pun cenderung mempercayai cerita yang sudah bertahun-tahun dituturkan tersebut.

Namun, Washington Post dalam artikelnya yang terbit pada 2013 menyebutkan bahwa Christopher Colombus hanya sampai di wilayah Karibia saja, atau yang sekarang dikenal sebagai wilayah Bahamas, dalam pelayarannya itu. Dia juga menyusuri sebagian Amerika Tengah dan Selatan, tapi tidak pernah menjejakkan kakinya di wilayah Amerika Utara.

Amerika Utara saat itu juga sudah dihuni oleh orang-orang Native American. Colombus sendiri tidak pernah merasa dirinya adlah penemu Benua Amerika. Data sejarah lain juga menyebutkan bahwa sebelum Colombus mencapai wilayah Amerika Selatan, Tengah dan Karibia, sudah ada pengembara lain dari Bangsa Norse yang bernama Leif Erikson yang telah lebih dulu mencapai dataran Kanada yang sekarang masuk dalam wilayah Amerika Utara, sekamur 500 tahun sebelum Colombus lahir.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler