fbpx
Connect with us

Info Ringan

Mengenal Jenis dan Penyebab Gangguan Jiwa  Bipolar

Published

on

Jogja,(pidjar.com)–Bipolar adalah penyakit mental yang ditandai oleh perubahan suasana hati yang ekstrem. Seseorang yang mengalami gangguan kepribadian ini bisa sangat merasakan mania (bahagia), hipomania, hingga merasa depresi. Penyakit mental ini bisa membuat seseorang mengalami kesulitan dalam mengelola tugas sehari-hari atau mempertahankan hubungan. Ingin tahu apasaja penyebabnya? Simak ya.

Penyebab Bipolar

Bipolar adalah salah satu penyakit yang penyebabnya belum diketahui dengan pasti, namun terdapat beberapa faktor yang mungkin terkait penyebab gangguan bipolar, antara lain:

  • Kondisi Biologis

Seseorang dengan penyakit mental ini tampaknya memiliki perubahan fisik pada otaknya. Signifikansi dari perubahan ini masih belum pasti, akan tetapi kondisi ini pada akhirnya dapat membantu menentukan penyebab.

  • Genetika

Bipolar adalah kondisi yang lebih sering terjadi pada orang yang memiliki saudara kandung atau orang tua yang memiliki kondisi yang serupa. Meski begitu, studi lanjutan masih dilakukan oleh peneliti untuk menemukan gen yang mungkin terlibat dalam menyebabkan gangguan kepribadian ini.

Mereka yang Berisiko Terkena Gangguan Bipolar

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan seseorang berisiko menjadi bipolar adalah:

  • Mengalami stres yang berkepanjangan, seperti kematian orang yang dicintai atau peristiwa traumatis lainnya.
  • Penyalahgunaan narkoba atau alkohol.

Jenis Bipolar

Terdapat tiga jenis utama gangguan bipolar yaitu bipolar I, bipolar II, dan cyclothymia. Berikut penjelasan selengkapnya:

  • Gangguan Bipolar I

Anda memiliki setidaknya satu episode mania yang dapat didahului atau diikuti oleh episode depresi atau hipomanik. Dalam beberapa kasus, mania dapat memicu psikosis. Jenis gangguan kepribadian ini memengaruhi pria dan wanita secara setara.

  • Gangguan Bipolar II

Anda telah memiliki setidaknya satu episode depresi besar dan setidaknya satu episode hipomanik, tetapi Anda belum pernah mengalami episode mania. Episode hipomanik biasanya berlangsung sekitar 4 hari dan lebih sering terjadi pada wanita.

  • Gangguan Cyclothymic
Berita Lainnya  Tanpa Corat-coret dan Konvoi, Puluhan Siswa Ini Rayakan Kelulusan Dengan Berikan Pelayanan Kesehatan Gratis

Mengalami gejala bipolar (hipomania) setidaknya 1 hingga 2 tahun pada masa anak-anak dan remaja serta periode gejala depresi (meskipun kurang parah dibanding depresi berat). Kebanyakan orang dengan kondisi ini hanya mengalami satu atau dua bulan pada suatu waktu di mana suasana hati mereka stabil.  Perlu diketahui, gangguan bipolar II bukanlah bentuk gangguan bipolar I yang lebih ringan, tetapi merupakan diagnosis yang terpisah. Sementara episode mania gangguan bipolar I bisa parah dan berbahaya, individu dengan gangguan bipolar II dapat mengalami depresi untuk periode yang lebih lama, sehingga dapat menyebabkan gangguan signifikan pada tubuh. Jika Anda memiliki gangguan mental ini, Anda mungkin mengalami episode depresi lebih teratur daripada episode mania atau sebaliknya. Perlu diketahui juga, antara episode depresi dan mania, Anda mungkin kadang-kadang mengalami periode di mana Anda memiliki suasana hati yang ‘normal’.

Gejala Penyakit Bipolar

Gangguan kepribadian ini ditandai oleh perubahan suasana hati yang ekstrem. Kondisi ini dapat dapat dibagi menjadi mania, hipomania, dan depresi. Berikut adalah beberapa gejala bipolar yang bisa Anda kenali, di antaranya:

  1. Mania dan Hipomania

Mania dan hipomania adalah dua jenis episode yang berbeda, tetapi dual hal tersebut memiliki gejala yang sama. Mania lebih parah daripada hipomania dan menyebabkan masalah yang lebih nyata. Pada beberapa kasus, mania juga dapat memerlukan rawat inap.

Gejala mania dan hipomania yang bisa terjadi, antara lain:

  • Optimis dan gelisah.
  • Peningkatan aktivitas atau energi.
  • Kepercayaan diri yang berlebihan.
  • Kebutuhan untuk tidur berkurang.
  • Kebiasaan bicara yang tidak biasa.
  • Pengambilan keputusan yang buruk.
  1. Depresi

Episode depresi termasuk gejala yang cukup parah sehingga menyebabkan kesulitan yang nyata dalam kegiatan sehari-hari. Gejala depresi yang bisa terjadi, antara lain:

  • Suasana hati yang tertekan, seperti merasa sedih, kosong, putus asa atau menangis (pada anak-anak dan remaja, suasana hati yang tertekan dapat muncul sebagai mudah marah).
  • Menandai hilangnya minat atau merasa tidak senang dengan semua atau hampir semua kegiatan.
  • Penurunan berat badan yang signifikan ketika tidak diet. Penambahan berat badan atau penurunan serta peningkatan nafsu makan (pada anak-anak, kegagalan untuk menambah berat badan seperti yang diharapkan bisa menjadi tanda depresi).
  • Kelelahan atau kehilangan energi.
  • Perasaan tidak berharga atau rasa bersalah yang berlebihan atau tidak pantas
  • Kemampuan berpikir atau berkonsentrasi menurun.
Berita Lainnya  Lima Tips Membaca Supaya Efektif dan Efisien

Selain gejala utama seperti di atas, ciri-ciri bipolar lainnya yang bisa dikenali, antara lain:

  • Suasana hati: Kesedihan, kemarahan, kecemasan, apatis, ketakutan, euforia, ketidakpuasan, rasa bersalah, keputusasaan, kehilangan minat atau kesenangan dalam kegiatan.
  • Perilaku: Lekas marah, perilaku tidak teratur, menangis, hasrat berlebihan untuk seks, hiperaktif, impulsif, gelisah, atau melukai diri sendiri.
  • Kognitif: Pikiran yang tidak diinginkan, khayalan, menurunnya konsentrasi, berpikir cepat, kelambatan dalam aktivitas, atau kepercayaan salah tentang superioritas.
  • Psikologis: Depresi, episode mania, depresi, gelisah, atau paranoia.
  • Berat: Kenaikan berat badan atau penurunan berat badan.
  • Tidur: Sulit tidur atau kantuk berlebih.
  • Gejala umum: Kelelahan atau berbicara cepat.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Terlepas dari suasana hati yang ekstrem, orang-orang dengan gangguan kepribadian sering kali tidak menyadari seberapa besar ketidakstabilan emosionalnya mengganggu hidupnya dan kehidupan orang-orang yang mereka cintai. Kondisi ini yang membuat penderita tidak mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan. Seperti beberapa orang dengan gangguan bipolar, Anda dapat menikmati perasaan euforia dan siklus menjadi lebih produktif. Namun, euforia ini selalu diikuti oleh kehancuran emosional yang dapat membuat Anda depresi. Jika Anda memiliki gejala depresi atau mania, temui dokter atau profesional kesehatan mental. Gangguan mental ini tidak membaik dengan sendirinya. Mendapatkan perawatan dari profesional kesehatan mental dapat membantu mengendalikan gejala.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler