Info Ringan
Mengenal Chronic Fatigue Syndrom yang Mampu Membuat Tubuh Lemah
Jogja,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sebuah penelitian, jika Anda merasakan kelelahan terlalu sering, bisa jadi itu bukan kelelahan biasa. Dikutip dari cnn.com, para peneliti meramalkan kelelahan itu sebagai tanda dari masalah lainnya yang mungkin bisa lebih besar dan menderita sindrom kelelahan kronis. Chronic Fatigue Syndrom (CFS) atau sindrom kelelahan kronis adalah kondisi misterius ditandai dengan rasa kantuk terus menerus yang bahkan tidak akan hilang dengan istirahat yang lebih banyak. Rasa lelah pada sindrom ini pun tidak memiliki keterkaitan dengan masalah kesehatan lainnya. Untuk sementara ini, para peneliti menyatakan belum menemukan penyebab CFS. Tapi, sebuah studi baru yang dipublikasikan dalam Journal of Psychotherapy and Psychosomatics menunjukkan bahwa peradangan kronis mungkin menjadi penyebab utama di balik masalah ini.
Ahli CFS Leonard Jason mengatakan, untuk mengetahui apakah Anda menderita CFS atau hanya kelelahan biasa, bisa dirasakan dari seberapa sering Anda merasakan rasa kantuk pada siang hari. Kelelahan dalam jangka waktu yang singkat adalah normal, sedangkan kelelahan yang berlangsung selama beberapa hari atau minggu tentu tidaklah normal.
Jika Anda mengambil liburan dari pekerjaan, atau menghabiskan akhir pekan dengan tidur, seharusnya Anda merasa lebih baik. Jika itu tidak membantu, maka masalah yang terjadi mungkin lebih serius seperti dikutip dari Prevention.
Kalau Anda merasa lelah satu jam setelah bangun tidur, merasa lebih buruk setelah berolahraga, atau merasa memori atau konsentrasi Anda hilang dan hal itu berlangsung setidaknya enam bulan, Jason memperkirakan mungkin Anda menderita CFS.
Untuk kasus kelelahan yang biasa saja, mudah untuk meringankannya. Orang bisa mengambil langkah-langkah untuk meringankan gejala mereka, Jason mengatakan. Anda bisa menghilangkannya dengan tidur atau mengubah kebiasaan sehari-hari. Kedua hal tersebut juga bisa menjadi patokan apakah Anda menderita CFS atau tidak. Jumlah tidur yang dibutuhkan setiap orang memang berbeda-beda, tapi kebanyakan orang membutuhkan setidaknya tujuh jam tidur nyenyak setiap malam untuk mengembalikan kondisi tubuh yang segar lagi.

Sesi istirahat siang juga bisa membantu. Tak perlu tidur, cukup menutup mata selama 10 atau 20 menit sambil mendengarkan musik yang tenang atau bermeditasi dapat mengurangi stres dan mengisi ulang baterai tubuh Anda. Anda juga bisa menghilangkan rasa lelah dengan melakukan olahraga ringan, seperti berjala, bersepeda, atau menari selama 30 menit setiap hari. Memangkas beban kerja dan menghindari alkohol atau stimulan seperti tembakau atau kafein di malam hari juga bisa mengurangi kelelahan.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized1 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
