fbpx
Connect with us

Peristiwa

Dampak Kekeringan Mulai Terasa, Warga Mulai Andalkan Bantuan Air

Published

on

Dampak Kekeringan Mulai Terasa, Warga Mulai Andalkan Bantuan Air 149
Dampak Kekeringan Mulai Terasa, Warga Mulai Andalkan Bantuan Air 150 Dampak Kekeringan Mulai Terasa, Warga Mulai Andalkan Bantuan Air 151 Dampak Kekeringan Mulai Terasa, Warga Mulai Andalkan Bantuan Air 152 Dampak Kekeringan Mulai Terasa, Warga Mulai Andalkan Bantuan Air 153 Dampak Kekeringan Mulai Terasa, Warga Mulai Andalkan Bantuan Air 154 Dampak Kekeringan Mulai Terasa, Warga Mulai Andalkan Bantuan Air 155 Dampak Kekeringan Mulai Terasa, Warga Mulai Andalkan Bantuan Air 156 Dampak Kekeringan Mulai Terasa, Warga Mulai Andalkan Bantuan Air 157 Dampak Kekeringan Mulai Terasa, Warga Mulai Andalkan Bantuan Air 158 Dampak Kekeringan Mulai Terasa, Warga Mulai Andalkan Bantuan Air 159 Dampak Kekeringan Mulai Terasa, Warga Mulai Andalkan Bantuan Air 161 Dampak Kekeringan Mulai Terasa, Warga Mulai Andalkan Bantuan Air 162 Dampak Kekeringan Mulai Terasa, Warga Mulai Andalkan Bantuan Air 163

Panggang,(pidjar.com)–Kapanewon Panggang bisa dikatakan menjadi wilayah langganan kekeringan setiap tahunnya. Berbagai cara dilakukan warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Di Kapanewon Panggang sendiri terdapat Kalurahan Girisekar yang memiliki dampak terparah. Sedikitnya dua dari sembilan padukuhan paling parah terdampak.

“Keduanya Pijenan dan Jeruken, sumber air debitnya rendah kadang keluar kadang tidak, ini yang membuat warga harus menandalkan dropping air setiap tahunnya,” ucap warga setempat Gunawan, Selasa (15/09/2020).

Kondisi ini akhirnya membuat warga bergantung pada pihak kapanewon, BPBD Gunungkidul maupun pihak ketiga baik negeri maupun swasta. BPBD sendiri sudah melakukan droping air selama dua bulan belakangan.

Dampak Kekeringan Mulai Terasa, Warga Mulai Andalkan Bantuan Air 165 Dampak Kekeringan Mulai Terasa, Warga Mulai Andalkan Bantuan Air 166 Dampak Kekeringan Mulai Terasa, Warga Mulai Andalkan Bantuan Air 160

“Kalau gak ada droping air ya beli, Rp. 150ribu per 5ribu liter,” imbuh dia.

Dalam sebulan, 5 ribu liter air hanya cukup untuk tiga minggu. Itupun untuk kegiatan mandi dan cuci pakaian sudah dilakikan di telaga yang berjarak 200 meter dari lokasi pemukiman.

Ini kami lakukan sampai musim kemarau berakhir,” kata Gunawan.

Gunawan mengaku, segala macam usaha telah ia dan masyarakat lakukan. Mengingat, tidak semua masyarakat memiliki dana yang cukup untuk sekedar membeli air.

Kami juga mintakan bantuan ke organisasi sosial, salah satunya Tim Intan Nyawiji, ada dua padukuhan yang mengajukan,” jelas dia.

Beruntung, beberapa hari terakhir, Tim Intan Nyawiji melakukan droping air secara berkala di 9 titik dampak kekeringan terparah yang ada di Bumi Handayani. Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan permintaan masyarakat.

“Untuk yang jadwal tahap dua ini ada 9 titik dua di Girisekar di antaranya Pijenan dan Jeruken, silakan kalau ada masyarakat yang butuh bisa mengajukan kepada kami,” ucap relawan Intan Nyawiji, Wastana.

Dampak Kekeringan Mulai Terasa, Warga Mulai Andalkan Bantuan Air 168 Dampak Kekeringan Mulai Terasa, Warga Mulai Andalkan Bantuan Air 169 Dampak Kekeringan Mulai Terasa, Warga Mulai Andalkan Bantuan Air 170 Dampak Kekeringan Mulai Terasa, Warga Mulai Andalkan Bantuan Air 171 Dampak Kekeringan Mulai Terasa, Warga Mulai Andalkan Bantuan Air 172 Dampak Kekeringan Mulai Terasa, Warga Mulai Andalkan Bantuan Air 173 Dampak Kekeringan Mulai Terasa, Warga Mulai Andalkan Bantuan Air 174 Dampak Kekeringan Mulai Terasa, Warga Mulai Andalkan Bantuan Air 175 Dampak Kekeringan Mulai Terasa, Warga Mulai Andalkan Bantuan Air 176 Dampak Kekeringan Mulai Terasa, Warga Mulai Andalkan Bantuan Air 177 Dampak Kekeringan Mulai Terasa, Warga Mulai Andalkan Bantuan Air 178 Dampak Kekeringan Mulai Terasa, Warga Mulai Andalkan Bantuan Air 179 Dampak Kekeringan Mulai Terasa, Warga Mulai Andalkan Bantuan Air 180 Dampak Kekeringan Mulai Terasa, Warga Mulai Andalkan Bantuan Air 181

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler