Pemerintahan
8.594 Hektare Lahan Jagung Gunungkidul Bakal Ditanami Benih Bantuan Pusat
Wonosari, (pidjar.com) – Sebanyak 128,9 ton benih jagung hibrida bantuan pemerintah pusat telah didistribusikan ke 15 kapanewon di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Bantuan tersebut dialokasikan untuk mendukung penanaman jagung di lahan seluas sekitar 8.594 hektare.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Rismiyadi, mengatakan benih jagung tersebut telah disalurkan kepada sejumlah kelompok tani pada akhir Agustus hingga September 2026.
“Benih jagung hibrida didistribusikan akhir bulan Agustus dan September,” kata Rismiyadi, Minggu (11/10/2026).
Setiap hektare lahan mendapatkan alokasi benih sebanyak 15 kilogram. Bantuan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas jagung sekaligus membantu meringankan biaya awal yang harus dikeluarkan petani untuk memulai musim tanam.
Salah satu penerima bantuan berada di Kalurahan Bunder, Kapanewon Patuk. Di wilayah tersebut, dua kelompok tani berencana menanam jagung di lahan dengan total luas 35 hektare.
Kedua kelompok tani itu yakni Kelompok Tani Sido Rukun dengan luas lahan 10 hektare dan Kelompok Tani Karya Bakti yang mengelola lahan seluas 25 hektare.
Rismiyadi berharap penyaluran benih bantuan pemerintah pusat tersebut dapat meningkatkan hasil produksi jagung di Gunungkidul. Saat ini, produktivitas jagung di wilayah tersebut rata-rata mencapai 6,5 ton per hektare.
“Produktivitas jagung Gunungkidul ditargetkan meningkat melampaui capaian rata-rata saat ini sebesar 6,5 ton per hektare,” ujarnya.
Meski benih telah didistribusikan, penanaman jagung direncanakan mulai November 2026. Waktu tanam tetap menyesuaikan kondisi di lapangan, terutama dengan mempertimbangkan datangnya hujan agar pertumbuhan tanaman dapat berlangsung optimal.
Pemerintah daerah berharap bantuan tersebut tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada petani. Dengan tersedianya benih bantuan, petani diharapkan dapat mengurangi pengeluaran untuk pengadaan benih pada awal musim tanam.
Selain mendorong peningkatan produksi, Pemkab Gunungkidul juga berharap hasil panen nantinya memiliki kepastian pasar. Pemerintah daerah menginginkan hasil produksi petani dapat diserap oleh Perum Bulog maupun pembeli lainnya dengan harga yang menguntungkan.
“Untuk hasil panen harapannya bisa ditampung oleh Bulog dan off-taker yang lain dengan harga yang bagus,” pungkas Rismiyadi.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized1 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized6 hari yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized5 hari yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized1 minggu yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
