Info Ringan
Lima Tips Merawat Tanaman Keladi
Jogja,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Tanaman keladi merupakan sebutan untuk tanaman daun dengan genus Caladium dan Alocasia. Jenis tanaman hias ini kerap dijadikan pilihan dalam menghiasi hunian, baik di dalam maupun luar ruangan. Semakin jelas dan jernih warna serta corak, semakin mahal pula harganya. Ditambah, tangkai daun yang pendek serta rimbun makin membuat tanaman hias ini bernilai tinggi. Supaya tanaman keladi bisa bertumbuh dengan hasil yang memukau, Anda perlu merawatnya dengan langkah-langkah yang tepat. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti pembusukan, ikuti cara-cara merawatnya berikut ini.
Sesuaikan Penyiraman Dengan Kondisi Iklim
Pada dasarnya, tanaman keladi hidup di habitat yang basah. Pastikan tanaman ini mendapatkan air yang cukup dengan menyiramnya sehari sekali pada musim kemarau dan dua hari sekali pada musim hujan dengan menggunakan penyiram tanaman. Meskipun tanaman keladi membutuhkan air yang banyak, jangan siram setiap saat dengan porsi yang berlebihan karena akan membuatnya cepat membusuk. Pastikan tanaman ini tidak kering karena dapat memicu dormansi atau mati suri, namun jangan sampai air tergenang pada pot tanaman juga.
Gunakan Media Tanam Yang Sudah Disterilkan
Selain air, kehadiran media tanam jadi unsur yang tidak kalah esensial. Media tanam yang sering digunakan adalah daun bambu yang sudah diiris halus, sekam, dan sekam bakar. Sebelum menggunakannya, Anda harus mensterilkan media tanam tersebut dengan cara dikukus dalam panci agar jamur dan bakteri musnah. Jika memungkinkan, campur ketiga jenis media tanam tersebut dengan perbandingan 1:1:1. Sebagai alternatif, Anda bisa memilih salah satu media tanam tersebut untuk dijadikan tempat tanaman keladi tumbuh.
Beri Penyinaran Yang Sesuai Dengan Jenis Tanaman Keladi
Seperti yang dijabarkan sebelumnya, tanaman keladi terdiri dari dua jenis genum, yaitu Caladium dan Alocasia. Keduanya memiliki cara perawatan yang berbeda, khususnya dalam urusan pencahayaan. Tanaman keladi Alocasia harus ditaruh di tempat yang teduh, seperti di atas meja teras rumah atau di jendela yang ditutupi dengan gorden. Di sisi lain, tanaman keladi Caladium memerlukan cahaya banyak sehingga tak masalah bila Anda taruh di tempat terbuka, seperti pekarangan depan rumah.
Jangan Lupa Beri Pupuk
Tak hanya manusia, tanaman juga butuh nutrisi demi menunjang kesehatannya. Beri tanaman keladi pupuk saat ia sudah berumur empat hingga lima minggu. Gunakan pupuk organik lengkap seperti pelet udang (Crustaceae). Pupuk ini mengandung 16 asam amino yang mampu merangsang pertumbuhan serta antibodi tanaman keladi. Tak hanya pupuk organik lengkap, Anda bisa mencoba jenis pupuk lain. Yang paling penting, jangan sampai kadar zat N dalam pupuk pilihanmu lebih banyak dari zat lain. Zat ini bisa memancing klorofil tanaman keladi sehingga tidak cocok untuk keladi hias yang yang berwarna nonhijau. Warna merah, pink, putih, kuning, dan lainnya bisa hilang dan tergantikan oleh warna hijau.
Pastikan Tanaman Keladi Terbebas Dari Hama
Terakhir, Anda harus rajin mengecek keadaan tanaman keladimu. Serangga yang biasanya mengganggu tanaman ini adalah ulat daun dan belalang. Keduanya kerap menggerogoti daun tanaman keladi. Bagaimana cara mengatasinya? Jika kerusakan dan jumlah serangga masih dalam skala kecil, ambillah serangga satu per satu dan buang jauh-jauh. Apabila ternyata serangga sudah merusak tanaman keladi dalam skala besar, insektisida perlu turun tangan. Semprot insektisida setiap 10 hari dengan dosis yang tertera pada insektisida.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized1 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized2 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang laluMulai Oktober, Tujuh TPR Wisata Gunungkidul Terapkan Pembayaran Retribusi Cashless
