Pariwisata
Dunia Wisata Lumpuh Selama PSTKM, Kunjungan Hanya Capai 20.000 Wisatawan
Tepus,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dunia pariwisata di Gunungkidul bisa dikatakan lumpuh selama pemberlakuan masa Pembatasan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM) ini. Selama 2 minggu terakhir sejak penerapan kebijakan ini, tingkat kunjungan wisatawan anjlok hingga mencapai titik terendah. Dinas Pariwisata Gunungkidul memang saat ini lebih memprioritaskan penyekatan pada pintu masuk menuju lokasi wisata dan menerapkan protokol ketat bagi wisatawan yang akan masuk ke kawasan wisata.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono memaparkan, selama PSTKM berlangsung, jumlah wisatawan yang masuk ke destinasi wisata hanya mencapai 20.583 wisatawan. Namun begitu, wisatawan yang masuk ke Gunungkidul sudah dipastikan dalam kondisi sehat dan telah memiliki surat keterangan bebas covid19 yang dibuktikan setelah melakukan rapid antigen.
“Memang sejak awal pandemi kami fokus pada penerapan protokol kesehatan, jadi memang jumlah kunjungan bukan lagi menjadi priorotas,” kata Harry, Senin (25/01/2021).
Harry menambahkan, petugas di Tempat Pemungutan Retribusi secara ketat melakukan pengecekan kelengkapan surat khususnya bagi wisatawan dari luar DIY. Para wisatawan dari luar DIY yang tak mampu menunjukkan surat negatif dari rapid antigen tak diperbolehkan masuk ke obyek wisata dan diminta untuk putar balik.
“Selama ini sudah ada ratusan kendaraan yang kami halau, paling banyak ya bus-bus rombongan,” ujar dia.

Terpisah, Kapolsek Tepus AKP Mursidiyanto menambahkan, hingga 25 Januari 2021 ini, pihaknya fokus pada penyekatan di pintu masuk lokasi wisata di Kapanewon Tepus.
“Kegiatan penyekatan ini disasarkan pada kendaraan yang berasal dari luar daerah DIY. Kami melakukan pemeriksaan surat keterangan bebas covid dari surat rapid antigen, kalau tidak ada ya kami minta untuk putar balik,” tandasnya.
Sebelumnya, hingga 11 Januari lalu terdapat 106.025 wisatawan yang berkunjung. Adapun jumlah kunjungan wisatawan sendiri bisa dikatakan anjlok.
Sebelumnya, Ketua PHRI Gunungkidul, Sunyoto mengaku keberatan jika masa PSTKM ini diperpanjang. Hal ini lantaran omzet para anggota PHRI menurun hingga 90% selama penerapan PSTKM ini.
“Wisatawan yang datang cukup mematuhi prokes, janganlah pakai surat keterangan bebas covid19 melalui rapid antigen, ini sangat memberatkan dan berdampak kepada kami,” papar Sunyoto.
-
Info Ringan6 hari yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa2 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan2 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Peristiwa4 minggu yang laluUang Pembangunan Masjid Al Uswah Senilai Rp 13 Juta Raib
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya3 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Peristiwa4 minggu yang laluLansia di Rongkop Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah
-
Uncategorized3 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized2 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
