Pariwisata
Hari Kedua Pembukaan Obyek Wisata, Kawasan Pantai Sepi Pengunjung
Tanjungsari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Ribuan wisatawan langsung memadati kawasan pantai pada hari pertama pembukaan obyek wisata Gunungkidul. Mulai Rabu (20/10/2021) kemarin, Kabupaten Gunungkidul yang telah menyandang level 2 PPKM ini memang mulai membuka obyek-obyek wisatanya setelah tutup sejak 3 Juli 2021 silam. Jumlah wisatawan yang datang diperkirakan ke depan akan semakin banyak mengingat pada hari pertama kemarin, para wisatawan masih didominasi wisatawan dengan kendaraan pribadi dan belum romobongan-rombongan besar.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono mencatat, hingga Rabu (20/10/2021) petang, terdapat 4.325 wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul. Pesona pantai pasir putih yang dimiliki Bumi Handayani masih jadi primadona para wisatawan yang memang seakan rindu berwisata ke Gunungkidul.
“Tujuan utama kunjungan wisatawan masih di lokasi pantai,” kata Harry, Rabu malam.
Harry menambahkan, check in melalui aplikasi PeduliLindungi menjadi kewajiban para wisatawan yang hendak berkunjung ke obyek wisata di Gunungkidul. Berdasarkan pantauannya juga tidak ditemukan pelanggaran protokol kesehatan pada hari pertama kunjungan kemarin.
“Di hari pertama uji coba ini sudah kelihatan euforia wisatawan, mereka memang menantikan dibukanya kawasan wisata,” ucap dia.

Sementara itu, petugas penjaga pos TPR JJLS, Wijang Antok menuturkan, pada hari kedua pembukaan pariwisata ini, tingkat kunjungan wisatawan menunjukkan penurunan. Ia menyebut, jika dibandingkan kunjungan hari pertama kemarin yang cukup ramai, hari kedua ini cenderung sepi. Ia memperkirakan, kunjungan wisatawan akan mencapai puncaknya pada hari Sabtu dan Minggu mendatang.
“Hari ini tadi masih sepi, memang sekarang bukan hari libur,” papar dia.
Pada pembukaan obyek wisata ini, ada sejumlah prosedur baru yang diterapkan. Selain memungut retribusi, para petugas jaga TPR juga melakukan screening kepada wisatawan. Menurut Antok, hal ini membuat rentang waktu tugas menjadi lebih lama. Jika biasanya per kendaraan hanya 1 menit lantaran hanya memungut retribusi, saat ini per kendaraan pihaknya harus menghabiskan waktu 3 menit.
“Yang dikhawatirkan adalah nanti akan adanya antrian panjang di jalur TPR. Namun sudah diantisipasi dengan penambahan personel,” beber Antok.
Salah satu pemilik lokasi wisata Teraskaca, Pak Haji menyambut positif kawasannya mendapatkan izin buka dari Pemkab Gunungkidul. Dari sisi kesiapan protokol kesehatan, pihaknya sudah mendapatkan sertifikat CHSE sejak tahun 2020 lalu.
“Dengan demikian wisatawan yang hendak mengunjungi Teraskaca Pantai Ngularan tak perlu ragu lagi, karena kami jamin keamanannya dan protokol kesehatan yang tersedia di pantai,” tandas Pak Haji.
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized2 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized3 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized1 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized3 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluABK Asal Riau Meninggal Saat Melaut di Perairan Kawasan Sadeng
