Pemerintahan
Diklaim Bebas Paham Radikal, Pondok Pesantren di Gunungkidul Telah Tandatangani Pernyataan Setia Pada NKRI
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) merilis bahwa sejumlah pondok pesantren dimasuki paham radikal. Meskipun tidak disampaikan pondok pesantren mana saja yang terindikasi paham radikal semacam ini, namun pernyataan tersebut menjadi alarm untuk pencegahan. Di Gunungkidul sendiri, dari puluhan pondok pesantren yang ada, diklaim bebas dari paham radikal maupun aktifitas terorisme. Pengawasan dan pembinaan sendiri terus dilakukan agar paham ini tak masuk ke pondok pesantren di Gunungkidul.
Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Kemenag Gunungkidul, Yosep Muniri, menyampaikan, di Gunungkidul sendiri tercatat sebanyak 41 pondok pesantren yang beroperasi. Ia memastikan jika seluruh pondok yang telah mendapatkan ijin resmi dari pemerintah di Gunungkidul itu tidak terdapat indikasi adanya paham terorisme yang memasuki pondok pesantren.
“Kemarin terakhir pertemuan dua minggu lalu kita juga berbicara masalah itu, tidak ada indikasi yang mengarah ke sana. Kita juga berikhtiar semoga Gunungkidul tidak tercemar dengan permasalahan itu,” ucap Yosep, Kamis (09/02/2022).
Ia menambahkan, setiap pondok pesantren sendiri mempunyai mekanisme dalam melakukan screening terhadap santri yang akan masuk. Ia mencontohkan, salah satu upaya yang dilakukan dengan kelengkapan administrasi saat melakukan pendaftaran. Dari berkas administrasi, dapat diketahui profil dari calon santri sehingga dapat diperoleh informasi dasar tentang calon santri tersebut.
“Setiap pondok pesantren juga diminta mendatangani perjanjian setia dengan NKRI, kalau calon santri itu juga diminta demikian saat mendaftar jadi harus dipastikan tidak ada masalah. Sampai saat ini terkait isu terorisme baik personal di pondok pesantren ataupun institusi pondok pesantren di Gunungkidul tidak ada,” imbuhnya.

Selain itu, dengan adanya forum antar pondok pesantren di Gunungkidul juga dapat memberikan pembaruan informasi bagi pihaknya mengenai permasalahan atau kebutuhan apa saja yang dihadapi oleh pondok pesantren. Menurutnya, pondok pesantren merupakan sekolah moral yang harus dijauhkan dari paham-paham yang membahayakan seperti terorisme. Ia berharap ketika masyarakat mengetahui adanya praktek-praktek yang mencurigakan di pondok pesantren untuk tidak ragu melaporkannya.
“Kami tentunya berharap seandainya ada informasi langsung disampaikan kepada kami, misalnya personalnya siapa dan di pondok mana agar bisa dilokalisir permasalahannya, tapi tentunya harapannya agar tidak ada masalah,” tutup Yosep.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized6 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized1 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized7 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
