Pemerintahan
Panen Raya Ditargetkan Segera Selesai, Petani Mulai Masuk Musim Tanam Kedua
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Musim panen beragam tanaman pangan seperti jagung, kacang tanah, maupun padi mulai dilakukan oleh petani Gunungkidul. Kabupaten Gunungkidul sendiri terkenal dengan potensi di sektor pertaniannya yang cukup tinggi. Beragam tanaman pangan pun telah dihasilkan oleh petani Gunungkidul.
Salah satu kendala sektor pertanian Gunungkidul adalah pada pengairan. Sebagian besar lahan pertanian di Gunungkidul sendiri adalah sawah tadah hujan sehingga kurang produktif saat musim kemarau. Minimnya air juga membuat hanya segelintir saja lahan di Gunungkidul yang bisa ditanami padi saat musim kemarau.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, saat melaksanakan panen raya padi di Kelompok Tani Guyub, Padukuhan Karangduwet 2, Kalurahan Karangrejek, Kapanewon Wonosari, menyampaikan, pertanian merupakan sektor yang terbukti dapat bertahan di tengah pandemi covid19. Untuk memajukan sektor pertanian, menurutnya perlu kerja keras dan peran dari semua pihak. Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul sendiri mendukung upaya-upaya yang dilakukan oleh masyarakat seperti di Kalurahan Karangrejek yang mampu secara swadaya membiayai usaha pertaniannya baik tanaman pangan maupun hortikultura.
“Sehingga petani bisa berproduksi dan menjadi pendapatan, serta juga sekaligus meningkatakan ketahanan pangan di masyarakat,” ungkap Sunaryanta.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi, menambahkan, secara keseluruhan berdasarkan data yang diperoleh, luas tanam tanaman padi di Gunungkidul pada musim pertama tahun ini mencapai 47.925 hektare. Jumlah luas lahan panen padi gogo ataupun padi sawah tadah hujan di Gunungkidul hingga saat ini tercatat 4.678 hektare. Ia berharap pada akhir bulan Februari hingga awal bulan Maret, telah dilakukan panen seluruhnya sehingga petani dapat masuk ke musim tanam kedua di tahun ini.

“Selain panen padi juga diresmikan JUT ( Jalan Usaha Tani) menuju lahan pertanian Kalurahan Karangrejek sepanjang 250 meter, sehingga akan lebih mempermudah akses para petani dalam pengangkutan produksi pertanian,” terangnya.
Lurah Karangrejek, Supramonco, menyampaikan, potensi lahan pertanian di Kalurahan Karangrejek sendiri mencapai 250 hektare. Untuk memaksimalkan lahan tersebut, selain ditanami padi pada musim tanam pertama dan kedelai atau kacang tanah pada musim tanam kedua, petani juga membudidayakan cabai serta bawang merah saat musim tanam ketiga dimulai. Dari catatatannya, hasil ubinan padi saat ini mencapai 8,64 ton gabah kering panen per hektare.
“Pendapatan kotor yang dihasilkan dari padi sekitar Rp. 43 juta per hektare, kalau biaya produksi Rp. 16 juta per hektar maka pendapatan bersih petani mencapai Rp. 27 juta per hektarnya,” pungkasnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized2 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized3 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluABK Asal Riau Meninggal Saat Melaut di Perairan Kawasan Sadeng
