fbpx
Connect with us

Sosial

Pasar Masih Sepi Pembeli, Pedagang Keluhkan Pendapatan yang Menurun

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Tinggal beberapa hari saja, umat Muslim akan merayakan Hari Raya Idul Fitri. Biasanya menjelang lebran masyarakat mulai memadati toko hingga pasar untuk mencari berbagai kebutuhan.

Namun, bagaimana masyarakat menyikapi lebaran di tengah pandemi. Seperti yang terlihat di Pasar Argosari, Wonosari pada Rabu (20/05/2020). Tak terlihat keramaian masyarakat yang membeli pakaian baru.

Sepinya transaksi Lebaran kali ini juga diakui oleh Anjani (23), salah satu penjaga kios sepatu di pasar tersebut. Menurutnya, suasana menjelang Lebaran kali ini lebih sepi dari tahun sebelumnya.

Peta Sebaran Status COVID-19 di Kabupaten Gunungkidul
*Credits: https://bit.ly/statCovGK (updated)

“Biasanya seminggu sebelum Lebaran sudah ramai pembeli, tapi kali ini malah sepi,” kata Anjani siang tadi.

Seperti sektor lainnya, penjualan pakaian menjadi sepi lantaran pandemi Covid-19 yang merebak sejak hampir 3 bulan terakhir. Anjani bersama pedagang lain pun sempat menutup kios selama 2 minggu akibat pandemi ini.

Berita Lainnya  SAR Sebar Puluhan Personel Saat Padusan, Pengunjung Diminta Hindari Kawasan Rip Current

Warga Desa Wareng, Kecamatan Wonosari ini juga menyebut pendapatannya pada Lebaran kali ini menurun drastis. Jika tahun lalu ia bisa meraup keuntungan hingga Rp 5 juta, kali ini ia hanya mampu mendapat keuntungan maksimal Rp 1 juta.

“Bahkan ada pedagang yang cuma mendapat keuntungan maksimal Rp 200 ribu sehari,” ungkap dia.

Kios pakaian milik Tin (52) juga mengalami kondisi serupa. Kiosnya berada di bagian dalam pasar, lorong-lorongnya pun tampak sunyi. Padahal, menurut Tin, menjelang Lebaran di tahun sebelumnya pembeli membanjir di sana.

Ia menyebut biasanya pembeli sudah berdatangan sejak awal puasa, dan keramaian berpuncak pada seminggu jelang Lebaran.

“Kalau sekarang sudah tidak begitu, kebanyakan hanya lewat-lewat saja. Baru 3 hari terakhir ini pembelinya agak ramai,” kata warga Ringinsari tersebut.

Tin pun mengaku pendapatannya turun drastis hingga 90 persen dibanding tahun lalu. Kondisi ini semakin dipersulit dengan berkurangnya pasokan. Akibatnya banyak barang yang kosong.

Berita Lainnya  Tarian Kolosal Ratusan Pelajar Meriahkan Upacara Penurunan Bendera

Tin mengaku tidak bisa memprediksi kapan situasi kembali normal. Kendari demikian, keduanya sangat berharap semua kembali pulih usai Lebaran ini.

“Ya kami harap setelah lebaran semua pulih normal kembali,”tutup dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler