Sosial
Kian Menjanjikan, Kalitekuk Dikembangkan Jadi Sentra Budidaya Lele
Semin,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Padukuhan Klampok, Kalurahan Kalitekuk, Kapanewon Semin menjadi salah satu sentra budidaya lele yang cukup besar dan menjanjikan. Separuh kebutuhan warga Gunungkidul tercukupi dari hasil panen Koperasi Mina Mulya Maju Mandiri tersebut.
Manajer Koperasi Mina Mulya Maju Mandiri, Kasmanto mengatakan, sejak beberapa waktu lalu ia bersama dengan warga lain yang tergabung pada kelompok Koperasi Mina Mulya Maju Mandiri mulai mengembangkan lele. Mulai hanya dari hanya beberapa kolam saja kemudian berkembang dan hingga saat ini total ada 650 kolam lele yang dikelola.
Adapun setiap harinya para warga ini memanen lele berkisar 7 kwintal hingga 1 ton. Kebutuhan lele di Gunungkidul setiap harinya yaitu 2 ton, sehingga dari koperasi ini baru bisa memenuhi permintaan pasar 1 ton saja. Kedepannya tentu akan terus dikembangkan agar mampu memenuhi permintaan pasar Gunungkidul.
“Kalau untuk panen kita setiap hari, satu kolam itu ya rerata 2 kwintal,” ucap Kasmanto.
Lebih lanjut ia mengatakan, keberadaan pakan menjadi salah satu keberhasilan budidaya lele. Untuk mensiasati biaya pakan yang cukup mahal yaitu Rp 13.000 per kilogramnya, para warga kemudian membuat pakan secara mandiri hanya dengan biaya operasional Rp 8.000 saja. Biasanya lele bisa dipanen sebanyak 4 kali dalam setahun.
“Kalau untuk penjualannya kami sudah memiliki pasarannya. Tapi belum bisa sepenuhnya kebutuhan passr tercukupi, hanya 1 ton per hari,” sambungnya.
Lurah Kalitekuk, Waluya mengatakan, budidaya dikembangkan di Padukuhan Klampok terhitung berhasil. Masyarakat saat ini telah bisa menikmati jerih payah mereka dalam mengembangkan lele, selain menjadi sentra budidaya lele ia berharap kedepannya kepompok ini bisa berbagi ilmu untuk warga Gunungkidul yang ingin mencoba budidaya lele di rumah ataupun secara berkelompok bisa. Dukungan dari berbagai pihak pun diberikan untuk semakin memupuk keberhasilan usaha warga tersebut.
“Kami tentu sangat mendukung apa yang telah dijalankan oleh masyarakat ini. Harapannya semakin maju kembali,” ucap Waluya.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta meninjau budidaya lele yang dikembangkan oleh Koperasi Mina Mulya Maju Mandiri di Padukuhan Klampok, mengatakan potensi ternak ikan lele konsumsi di Gunungkidul cukup bagus. Sentra usaha kerakyatan ini bisa terus dikembangkan untuk mewujudkan kesejahteraan Masyarakat. Pihaknya pun mendukung penuh usaha-usaha kerakyatan tersebut, dengan kemandirian dan usaha yang gigih dilakukan semacam ini tentunya dapat meningkatkan kesejahteraan dan hidup masyarakat.
“Jika masyarakat dapat terlibat langsung, dan dengan manajemen serta orang yang mumpuni pasti pengolahannya akan bagus koperasinya,” kata Sunaryanta
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
