Info Ringan
Pasar Kaget #5 Dekranasda Yogya Laris Diserbu Wisatawan
Jogja,(pidjar.com)– Momen Ramadan hingga Lebaran membawa angin bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Yogyakarta. Sejumlah bazar dan pameran digelar untuk memanfaatkan momentum tersebut, salah satunya melalui kegiatan Pasar Kaget yang diselenggarakan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Yogyakarta. Alhasil, para wisatawan pun melarisi produk UMKM tersebut.
Pasar Kaget UMKM berlangsung sejak 18 – 28 Maret 2026 digelar di halaman Gerai Dekranasda Kota Yogyakarta, Jalan Tamansiswa No. 39, tepat di depan Tempo Gelato Tamansiswa. Lokasi yang strategis di jalur wisata tersebut membuat kegiatan ini mudah dijangkau wisatawan maupun masyarakat lokal.
Sekjen Dekranasda Kota Yogyakarta , Vitalia Pamoengkas menuturkan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali gerai UMKM Dekranasda sekaligus mendongkrak penjualan produk lokal. Program Pasar Kaget sendiri telah dimulai sejak Desember 2025 dan digelar rutin setiap dua minggu sekali.
“Pada penyelenggaraan kelima yang bertepatan dengan Ramadan, konsep acara dikembangkan menjadi Pasar Kaget Ramadan, menghadirkan produk craft dan fashion dengan potongan harga besar hingga 70 persen. Sebanyak 10 pelaku UMKM turut ambil bagian, di antaranya Gee Batik, Sae-sae Batik, Jinggar Batik, Tas Natural Manggar, Sambeliler Jeans, Haralova Rajut, Pondok Rajut Jogja, Eco.J, Gentong Batik, serta ABC Toys,”ujar Vitalia (23/3/26).
Ia melanjutkan program ini mendapat dukungan dari Ketua Dekranasda Kota Yogyakarta, Dwikisworo Setyowireni, yang mendorong agar gerai UMKM kembali aktif dan menjadi ruang promosi bagi produk lokal.
“Dukungan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penyelenggaraan Pasar Kaget secara berkala,”tambahnya.
Dari sisi penjualan, kegiatan ini dinilai cukup efektif. Rata-rata omzet yang diperoleh pelaku UMKM mencapai Rp1–2 juta per hari, angka yang dianggap membantu meningkatkan perputaran ekonomi skala kecil selama Ramadan.
“Selain Pasar Kaget di Tamansiswa, sejumlah pameran UMKM juga digelar di lokasi lain seperti pusat perbelanjaan dan hotel di kawasan Malioboro, sehingga memberikan lebih banyak ruang bagi pelaku usaha untuk bertemu langsung dengan wisatawan,”paparnya.
Lucia Nucke Idayani selaku bendahara di Pasar Kaget Dekranasda menambahkan melalui berbagai kegiatan ini, Pemerintah Kota Yogyakarta dan Dekranasda berharap sektor UMKM dapat terus bergerak dan menjadi bagian penting dalam ekosistem pariwisata kota. Bazar-bazar tematik seperti Pasar Kaget tidak hanya menjadi tempat berjualan, tetapi juga menjadi etalase kreativitas dan identitas budaya lokal yang menarik bagi para pengunjung.
“Momentum Lebaran kami manfaatkan untuk memperluas jangkauan pasar, terutama karena banyak wisatawan dan perantau yang pulang ke Jogja. Harapannya, mereka tidak hanya berwisata, tetapi juga berbelanja produk UMKM,” ujar Idayani. (Rosa)
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
