Peristiwa
Diduga Korban Pembunuhan, Lelaki dan Perempuan Ditemukan Bersimbah Darah di Bukit
Karangmojo,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Tepat pada malam pergantian tahun 2020 ini, masyarakat di kawasan perbatasan Desa Gedangrejo, Kecamatan Karangmojo dengan Sunggingan, Desa Umbulrejo, Kecamatan Ponjong digegerkan dengan penemuan mayat. Mayat seorang perempuan tersebut ditemukan bersimbah darah di sebuah ladang sepi. Tak hanya mayat perempuan tersebut, warga juga menemukan sesosok tubuh lelaki penuh luka bersimbah darah. Beruntung, lelaki tersebut ditemukan dalam kondisi hidup meski saat ini terus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Jasad wanita dan laki-laki penuh luka tersebut ditemukan di Bukit Baturagung.
Informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber, adanya jenazah wanita dan sesosok tubuh lelaki yang sama-sama penuh luka tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 19.00 WIB oleh seorang warga setempat. Namun hingga saat ini belum diketahui secara pasti kejadian apa yang dialami oleh pria yang diketahui bernama Suratmin dan Paniyati itu. Dugaan awal melihat dari luka-luka yang diderita tersebut, keduanya merupakan korban pembunuhan.
Hingga berita ini dilansir, petugas kepolisian sendiri masih berada di TKP untuk melakukan penyelidikan awal.
“Benar warga menemukan seorang perempuan yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia serta ada juga satu korban lainnya yang juga terluka namun masih dalam kondisi hidup,” kata Kapolsek Karangmojo, Kompol Sunaryo saat dikonfirmasi.
Meski begitu, ketika disinggung mengenai dugaan pembunuhan maupun percobaan pembunuhan yang menimpa Suratmin dan Paniyati, Sunaryo mengaku masih belum bisa menjelaskan lebih lanjut. Hingga saat ini menurut Kapolsek, petugas kepolisian masih terus melakukan pendalaman. Ia hanya memaparkan bahwa keduanya ditemukan dalam kondisi luka parah. Darah segar berceceran di sekitar lokasi penemuan. Paniyati yang akhirnya meninggal dunia mengalami luka parah di bagian kepala, sementara, Suratmin mengalam luka di sekujur tubuhnya.
“Ini masih terus kami kembangkan. Untuk penyebab atau indikasi lain mohon maaf belum bisa ngomong banyak. Yang jelas, ada satu korban yang meninggal dunia,” tambah dia.
Medan di lokasi ini pun sangatlah sulit. Selain lincin, jalan yang dilalui untuk sampai lokasi pun terjal, gelap dan sangat sulit dilalui. Bahkan untuk menuju ke lokasi petugas dan tim gabungan yang ada harus berjalan kaki dari pemukiman warga sekitar 3 km.
“Sangat jauh dari pemukiman. Medannya sendiri sangat sulit,” imbuhnya.
Kondisi ini pun berdampak pada sulitnya evakuasi yang dilakukan oleh petugas gabungan. Hingga pukul 23.00 WIB tadi baru satu korban laki-laki yang mengalami luka yang berhasil dievakuasi oleh petugas. Suratmin sendiri dibawa menuju rumah sakit terdekat untum mendapatkan penanganan. Sementara untuk perempuan yang dalam kondisi meninggal masih berusaha dievakuasi oleh petugas.
Hal ini juga diungkapkan oleh Babinsa Gedangrejo, Sertu Purwanto. Menurutnya, saat ini proses evakuasi sendiri masih terus berlangsung. Medan yang sulit dan terjal menjadi salah satu alasan sulitnya proses evakuasi. Selain berkumpul di lokasi kejadian, sejumlah warga, tokoh masyarakat dan polisi pun juga berada di rumah sakit Panti Rahayu Kelor untuk memantau perkembangan kondisi dan pengumpulan bukti atau keterangan.
“Satu korban masih hidup dibawa ke rumah sakit. Satunya sedang berusaha di evakuasi,” pungkas Purwanto.
-
Uncategorized2 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized6 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya1 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial3 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized2 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
