Sosial
Terbentur Lokasi, Proses Penataan Pedagang Pantai Drini Mandheg
Tanjungsari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Rencana penataan yang akan dilakukan oleh pemerintah di kawasan Pantai Drini, Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari masih belum menemui titik temu. Belum adanya lokasi relokasi untuk para pedagang menjadi penyebab mundurnya proses penataan.
Ketua Pokdarwis Drini, Marjoko mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan kejelasan terkait rencana pemindahan dirinya bersama puluhan pedagang lain. Pasalnya lokasi yang sebelumnya diusulkan tidak disetujui oleh beberapa pihak.
“Rencananya kan di bukit sebelah utara itu, tapi tidak jadi. Beberapa waktu lalu ketika rapat seperti itu hasilnya,” kata Marjoko, Rabu (24/10/2018).
Pun demikian dengan lokasi parkir yang sebelumnya disebut sebagai lokasi alternatif untuk para pedagang. Di tempat itu, kata Marjoko, lokasi relokasi tidak disetujui oleh salah satu dinas. Hal tersebut akhirnya membuat penataan semakin tak jelas karena memang lokasi yang cukup terbatas.
“Dishub (Dinas Perhubungan) tidak setuju kalau dipindah ke parkiran,” kata dia.

Belum terselesaikannya permasalahan ini menurut Joko meski sedikit menimbulkan kegalauan dari pihaknya namun kemudian para pedagang memilih untuk tidak ambil pusing. Sebab, selama ini menurut Marjoko pihaknya sudah mengikuti arahan dari pemerintah.
“Kita sudah nurut, kalau tidak direlokasi juga tidak apa-apa kita tetap jualan di pasiran,” imbuh dia.
Sementara itu, Camat Tanjungsari, Rakhmadian Wijayanto mengatakan bahwa gagalnya pemindahan para pedagang ke bukit sebelah utara lantaran mahalnya biaya operasional untuk perataan lahan.
“Kemarin dari DPU menghitung-hitung biaya pengeprasan bukit itu terlalu mahal sehingga tidak jadi di sana,” ujar dia.
Ia menyebut nantinya pedagang akan ditempatkan di lokasi yang saat ini digunakan untuk parkir kendaraan wisatawan. Ia juga menegaskan tidak ada penolakan dari Dishub seperti yang diungkapkan oleh Marjoko.
“Sepengetahuan saya Dishub tidak menolak. Tentu saja (Dishub) akan setuju dengan rencana Pemkab,” imbuh dia.
Disinggung mengenai waktu relokasi sendiri, Rakhmadian menyebutkan bahwa hal itu akan terealisasi jika dana dari APBD Perubahan 2018 turun. Namun disinggung mengenai adanya gejolak terkait kemungkinan tidak disahkannya APBD-P sendiri dirinya enggan berkomentar.
“Kan belum ada kepastian, kalau tidak ada dana tahun ini ya kemungkinan tahun depan,” ucap dia.
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized2 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized4 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized4 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized3 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluKemarau Panjang, 53 Kejadian di Gunungkidul Hanguskan 51 Hektare
-
Uncategorized2 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
