fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Sudah 3 Bulan Ribuan Guru dan Pegawai Tidak Tetap Tak Kunjung Terima Gaji

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Ribuan Guru Pengganti (GP), Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Gunungkidul harus menerima nasib yang tidak mengenakkan. Sudah beberapa bulan ini, para pegawai berstatus non PNS tersebut belum menerima honorarium. Gaji yang seharusnya cair setiap bulannya tersebut mandheg sejak awal tahun 2020 ini. Alhasil, mereka harus pontang-panting untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Ika, salah seorang honorer di sebuah Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Gunungkidul mengeluhkan hal tersebut. Hingga awal Maret ini, gajinya tak kunjung cair. Wanita yang masih lajang ini belum menerima honorarium dari bulan Januari, Februari, hingga Maret ini.

“Artinya kerja saya dari bulan Desember 2019 hingga Februari 2020 kemarin belum dibayar,” tuturnya, Selasa (03/03/2020).

Ia berharap, dalam waktu dekat ini, pemerintah bisa segera mencairkan hak yang harusnya ia terima lantaran memang menjadi gantungan kehidupannya. Lantaran gaji yang tak tak kunjung cair ini, dirinya mengaku malu dengan orangtua karena masih menjadi beban dan belum bisa membantu keduanya. Gaji yang seharusnya bisa untuk membantu memenuhi kebutuhan orangtuanya belum juga ia terima.

Padahal, sebagian urusan administrasi di sekolah tempatnya bekerja semuanya selalu ia kerjakan. Data pokok kependidikan dan berbagai urusan laporan lainnya menjadi rutinitas harian yang memang sudah menjadi kewajibannya untuk diselesaikan. Bahkan tak jarang ia harus lembur dan bolak-balik ke kantor dinas untuk menyelesaikan administrasi di sekolah tempatnya bekerja

“Kalau kayak gini ya bagaimana,” keluh dia.

Sementara itu, Ketua Forum Honorer Sekolah Negeri (FHSN) Aris Wijayanto memaparkan, terkait dengan macetnya pembayaran gaji para GP, GTT dan PTT ini, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul. Ia mengaku, pihaknya memang harus bertindak cepat karena ribuan teman sejawatnya banyak mengeluhkan keterlamabatan ini.

“Yang dapat insentif belum cair semua honornya dari Januari,” ujar Aris.

Dikatakan Aris saat ini terdapat 834 orang GTT Guru Pengganti serta 885 orang GTT/PTT/GTY/PTY di Gunungkidul. Seharusnya, para Guru Pengganti akan mendapatkan insentif sebesar Rp. 833.350, sedangkan GTT/PTT/GTY/PTY mendapatkan tambahan insentif Rp. 400.000,-.

“Ya memang banyak yang tanya karena uangnya sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Merespon keluhan para GP, GTT, dan PTT itu, Kadisdikpora Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rasyid memaparkan bahwa saat ini pembayaran honorarium tersebut masih dalam proses. Menurutnya, pada Januari, gaji belum bisa cair lantaran pada bulan tersebut aturan baru disahkan. Sementara Februari belum juga cair karena ada kendala teknis.

“Maret minggu-minggu ini mudah-mudahan sudah cair di rekening BDG masing-masing,” tandas Bahron.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler