fbpx
Connect with us

Kriminal

Aksi Klithih di Jalan Sambipitu-Nglipar, Empat Pelajar Dicegat dan Dipukuli Gerombolan Pemuda Tak Dikenal

Diterbitkan

pada tanggal

Gedangsari,(pidjar.com)–Empat remaja asal Kecamatan Semin dan Ngawen harus mengalami luka-luka di sejumlah bagian tubuhnya. Mereka diduga menjadi korban aksi klitih yang dilakukan oleh sekelompok orang tidak dikenal di Jalan Sambipitu-Nglipar, tepatnya di sekitar Masjid Al Huda, Padukuhan Sumberejo, Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari pada Minggu (22/12/2019) dini hari tadi. Dari keempat korban tersebut, 3 diantaranya mengalami luka di bagian wajah akibat pukulan.

Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Di jam tersebut 4 orang pemuda yang diketahui masih duduk dibangku kelas 3 SMA tersebut melintas dari arah Sambipitu menuju Nglipar. Keempatnya hendak pulang ke rumah masing-masing usai menikmati malam minggu di Bukit Bintang, Kecamatan Patuk. Sesampainya di sekitar Masjid Al-Huda, mereka berpapasan dengan 5 pemotor yang mengendarai motor jenis KLX dan N-Max.

Rombongan pria tidak dikenal itu melaju dari arah Nglipar menuju Sambipitu. Saat berkendara, kawanan pemuda itu berjalan zigzag dan menggeber-geberkan gas motornya. Sebenarnya, saat kedua kelompok tersebut berpapasan, tak terjadi insiden. Namun entah bagaimana, beberapa saat kemudian, kawanan pemuda bar-bar ini justru putar balik dan menghadang 4 remaja itu.

Tanpa ada sebab yang jelas, mereka langsung mendekati dan menghentikan Rahmad Andriawan (19) warga Widoro Lor, Desa Bendung, Kecamatan Semin; Andriyanto (18) warga Padukuhan Bendung, Desa Bendung, Kecamatan Semin; Bagus Lintang (18) warga Bulurejo, Desa Bulurejo, Kecamatan Semin dan Alsa Putra (18) warga Padukuhan Jurang Jero, Desa Jurangjero, Kecamatan Ngawen. Dicegat oleh rombongan pemuda yang langsung terlihat beringas ini membuat keempat korban ketakutan. Para pelaku kemudian dengan kata-kata kasar sempat meminta handphone milik keempat pemuda itu.

Berita Lainnya  Suarakan Dukungan Untuk Warga Boyolali, Aktifis Gunungkidul Tolak Penggunaan Isu SARA Demi Kepentingan Politik

Entah siapa yang memulai, belum sempat dijawab permintaan tersebut, gerombolan pemuda tak dikenal ini langsung memukuli para korban yang masih berstatus pelajar. Tak puas dengan memukuli mereka, para pelaku juga merusak sepeda motor yang digunakan korban. Sepeda motor korban dijumpingkan kemudian dijatuhkan begitu saja.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Gedangsari, AKP Solechan membenarkan adanya insiden di wilayahnya tersebut. Menurut Solechan, kasus ini telah ditangani oleh jajarannya. Para korban sendiri sudah dimintai keterangan di Mapolsek Gedangsari.

“Sudah ada keterangan dari korban ke kami, sedang kita kembangkan untuk mengungkap pelakunya,” beber Solechan, Minggu malam.

Menurut Solechan, dalam kejadian ini 3 orang korban mengalami luka ringan. Sementara 1 orang diantaranya mengalami luka cukup serius di bagian wajah dan sempat harus dibawa ke klinik untuk mendapatkan perawatan medis. Adapun dalam kejadian ini, korban atas nama Rahmad mengalami bengkak di bagian mata lantaran dipukul menggunakan tangan kosong. Sementara untuk Andriyanto sempat dipukul di bagian pelipis dan Alsa Putra luka di pipi kiri akibat pukulan.

Berita Lainnya  Ada Potensi Pemungutan Suara Ulang, Bawaslu Tunggu Laporan

“Untuk korban atas nama Bagus Lintang sempat akan dipukul, namun sempat menghindar dan membentur tiang rambu lalu lintas,” urai Solechan.

Ia beberkan lebih lanjut, dalam kasus ini, pihaknya masih belum bisa menyimpulkan apakah ini termasuk dalam kategori klithih atau tidak. Dalam kejadian ini, pelaku dan korban tidak saling mengenal. Tidak ada pula barang-barang milik korban yang dirampas oleh para pelaku.

“Yang jelas, ada penganiayaan yang terjadi namun belum bisa disimpulkan klithih atau bukan, masih dalam tahap penyelidikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Gedangsari, Aipda Berbudi Susilo memaparkan, saat ini pihaknya tengah mendalami perkara tindak kriminalitas di jalanan yang mengakibatkan sejumlah korban mengalami luka-luka itu.

“Benar, sedang kami tangani dengan dibackup Satreskrim Polres Gunungkidul,” terang Aipda Berbudi.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler