fbpx
Connect with us

Kriminal

Aksi Maling Helm Terekam CCTV, Seorang Pemuda Nyaris Dihajar Massa

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–AN (27) warga Gadungsari, Kalurahan Wonosari nyaris dihajar masa Rabu (20/01/2021) siang tadi. Pasalnya, pria tersebut didapati melakukan pencurian helm milik Anis Dwi (36) warga Trimulyo, Kepek, Wonosari Selasa (19/01/2021) sore kemarin. Aksinya diketahui Anis melalui rekaman CCTV.

Anis, saat dikonfirmasi mengatakan, kejadian bermula saat ia jajan di warung angkringan milik Tomo warga Kepek I, Kepek, Wonosari. Kala itu ia memarkirkan sepeda motornya di depan angkringan Tomo. Namun, karena hujan ia lantas memarkirkan kendaraannya di teras sebuah showroom yang agak jauh dari angkringan.

“Saya lihat orang mondar-mandir naik Honda Supra, awalnya saya sama sekali tidak curiga,” ungkap Anis.

Saat petang tiba, hujan sudah agak reda ia kemudian bergegas beranjak dari angkringan. Namun ketika menghampiri kendaraannya ia kaget, helm berwarna hitam merk INK yang sebelumnya ia letakkan di atas sepeda motornya hilang.

“Saya santai saja, pikir saya apa dipinjem orang. Saya pesan ke pemilik angkringan untuk menyimpan helm itu kalau seandainya ada yang mengembalikan, kemudian saya pulang,” kata Anis.

Keesokan harinya, Anis tak mendapatkan kabar dari pemilik angkringan jikalau helm tersebut dikembalikan. Penasaran, ia kemudian menghubungi pemilik showroom kendaraan untuk mengecek CCTV.

“Saya datang ke showroom ternyata pengendara Supra kemarin yang mengambil,” ujar dia.

Anis lantas mengeshare tindakan pelaku yang terekam di CCTV melalui media sosial. Diketahui yang mengambil helm Anis ialah AN warga Gadungsari.

“Saya langsung ngabari teman, AN ini ternyata ndak cuma sekali dua kali melancarkan aksi, akhirnya dia dibawa ke lokasi dekat showroom, hampir jadi bulan-bulanan masa akhirnya saya bawa ke Polsek Wonosari,” papar Anis.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Wonosari, Kompol Mugiman membenarkan peristiwa ini. Setelah dibawa ke Polsek kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan perkara ini secara kekeluargaan.

“Helm dikembalikan, korban juga menerima selesai kekeluargaan tidak sampai pengadilan karena taksiran kerugiannya kecil,” tandas Kompol Mugiman.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler