Peristiwa
Aktifitas Pengintaian Densus 88 Terhadap Mar, Dari Nongkrong Tengah Malam Hingga Tidur di Ladang
Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Penggerebekan yang dilakukan oleh Densus 88 di rumah Mar warga Padukuhan Ngunut Tengah, Desa Ngunut, Kecamatan Playen dilakukan secara matang. Dalam penggerebekan ini, selain berhasil mengamankan terduga, petugas juga telah berhasil menyita barang bukti berupa 4 buah bom panci. Warga setempat menyakini, Mar telah lama diintai oleh petugas.
Dijelaskan oleh tetangga Mar, Suharto, hampir dalam kurun waktu 1 bulan terakhir ini, banyak orang asing nampak mondar mandir di sekitar rumah Mar. Namun lantaran depan rumah Mar merupakan jalan umum, warga tak sadar bahwa para orang-orang asing tersebut adalah anggota satuan elit kepolisian.
“Ada yang terlihat mondar mandir di sini. Saya kira memang sudah lama diintai,” kata dia, Kamis (20/11/2019) sore kemarin.
Selain di sekitar rumah, dirinya kerap melihat orang-orang yang diduga anggota Densus 88 Anti Teror Mabes Polri kerap nongkrong di sekitar wilayah tersebut hingga larut malam. Bahkan menurutnya, ada yang tidur di ladang sekitar rumah Mar.
“Ada yang nongkrong di perempatan itu di warung tapi kan tidak curiga. Karena biasa di situ. Ada juga yang tidur di ladang,” terang dia.

Sementara itu menanggapi penggerebekan di wilayah Padukuhan Ngunut Tengah, perangkat Desa Ngunut, Wagit menyebut memang Mar memiliki perilaku yang berbeda dengan warga lain. Bahkan kehidupan sosialnya di masyarakat sangat rendah.
“Yang jelas tidak mau ikut kerja bakti, tidak ikut perkumpulan dan kegiatan masyarakat lain,” ungkap Suharto.
Selain itu, Mar juga anti terhadap tradisi yang ada di masyarakat. Bebrapa kegiatan seperti rasulan, kenduri tidak pernah dia ikuti.
“Kalau rasulan itu dia tidak ikut. Padahal itu tradisi di desa kami,” katanya.
Bahkan pernah terjadi, ketika Mar membawa ambulance ke rumah dari organisasi yang pernah ia ikuti namun tidak boleh digunakan oleh masyarakat umum. Menurutnya yang boleh menggunakan itu hanyalah komunitasnya saja.
“Pernah ada sebelahnya meninggal, pak dukuh sampai memohon untuk dipinjam membawa jenazah tetapi Mar tidak memperbolehkannya,” pungkas dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
