Sosial
Alumni SMPN 1 Wonosari Bagikan 10 Tangki Air Bersih di Temuireng
Panggang,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kebutuhan masyarakat di sebagian besar wilayah Gunungkidul akan air bersih masih menjadi hal yang mendesak. Terlebih sumber air berupa telaga juga sudah mulai mengering. Bahkan saluran air dari PDAM sendiri juga tidak bisa diharapkan. Hal tersebut mendorong sejumlah pihak melakukan aksi dropping air kepada masyarakat. Seperti yang dilakukan oleh komunitas alumni kelas F SMP N 1 Wonosari kepada warga Padukuhan Temuireng, Desa Girisuko, Kecamatan Panggang, Minggu (08/09/2019).
Koordinator baksos, Wawan Anggoro mengatakan, aksi ini dilakukan lantaran saat ini wilayah Gunungkidul mengalami kekeringan cukup parah. Sehingga kebutuhan masyarakat untuk mencukupi kebutuhan air bersih harus dipenuhi dengan cara membeli air tangki.
“Kita tergerak untuk melakukan dropping air, tadi yang berangkat sekitar 15 orang (alimni). Kita dapat informasi di wilayah Temuireng I dan II, kekeringan maka kita drop disana 10 tangki air bersih,” terang Wawan.
Ia menambahkan, air yang didstribusikan tersebut nantinya dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Selain itu, kedepan pihaknya juga masih akan memberikan bantuan bila mana masyarakat sangat membutuhkan air.
“Kita berharap apa yang kita berikan ini dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih,” imbuh dia.

Wawan menjelaskan, aksi dropping air ini bermula ketika adanya diskusi dalam grup WA. Kemudian para alumni berinisiatif untuk melakukan kegiatan sosial berupa bantuan dropping air.
“Kalau dana yang digunakan dari dana sosial yang selama ini terkumpul. Selain itu alumni lain yang berada di perantauan juga memberikan sumbangan lebih untuk disalurkan,” terang Wawan.
Sementara itu, Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul Edy Basuki mengatakan, dana sebesar Rp 500 juta dianggarkan untuk mengatasi kekeringan mulai digunakan sejak kekeringan terjadi April 2019 lalu. Pengunaan anggaran tersebut tidak hanya biaya pembelian air bersih saja melainkan juga untuk pembayaran tenaga dan bahan bakar.
“Saat ini sudah terpakai anggaran sekitar Rp 300 juta tak hanya untuk membeli air tetapi juga sudah memuat upah pengemudi, biaya bahan bakar minyak, hingga servis kendaraan tangki. Kalau lebih (Rp 300 juta) ya lebih sedikit ,” kata Edy.
Edy menjelaskan berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kekeringan Di Gunungkidul hingga bulan Oktober 2019. Ia memperkirakan dana habis saat bulan Oktober, jika nanti dana habis pihaknya bisa mengajukan tambahan anggaran melalui Belanja Tidak Terduga (BTT), provinsi, hingga mengajukan bantuan ke pemerintah pusat. Nantinya, jika anggaran untuk dropping air dan harus mengajukan tambahan anggaran melalui BTT sudah habis, otomatis status juga akan naik ke darurat kekeringan.
“Status akan dinaikan jika kekeringan masih dialami masyarakat sedangkan anggaran BPBD sudah habis. Pada bulan September nanti kita akan hitung detailnya masih kurang berapa. Jika sampai Oktober itu jelas kurang. Beberapa waktu lalu sudah dijanjikan anggaran tambah pada APBD Perubahan tetapi hingga saat ini belum ada kabar lebih lanjut,” ungkapnya.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized2 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized6 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized5 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
