fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Antisipasi Anthrax di Karangmojo Meluas, Dinas Suntik Ratusan Hewan Ternak di 2 Kecamatan

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)–Temuan kasus antraks yang di wilayah Kecamatan Karangmojo langsung ditanggapi serius oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul. Pemkab berharap masyarakat tetap tenang dan mematuhi himbauan yang telah diberikan petugas. Pemerintah sendiri menggelar rapat tertutup guna menyikapi temuan penyakit berbahaya tersebut. Ratusan hewan ternak sendiri telah diberikan suntikan oleh dinas.

Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi membenarkan bahwa telah terjadi temuan kasus antraks di wilayah Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo. Pihaknya meminta masyarakat untuk waspada karena anthraks ini penyakit yang cukup berbahaya. Sebab penyakit tersebut dapat menular ke manusia. Namun demikian, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk tidak panik.

“Masyarakat tidak perlu heboh karena sudah dilokalisir,” ucapnya ditemui di kantornya Kamis (23/05/2019).

Disampaikan Wakil Bupati, pemerintah saat ini juga telah melakukan upaya pencegahan agar tidak ada peredaran ternak di wilayah temuan antraks. Dalam hal ini, pemerintah bersama pihak kepolisian terus memantau penjualan hewan ternak.

“Tidak boleh dijualbelikan, karena sudah jelas mengidap penyakit yang berbahaya. Termasuk melanggar hukum apapun karena termasuk membahayakan konsumen,” kata Immawan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnubroto menambahkan, pihaknya sudah menindaklanjuti pasca penemuan lima ekor sapi dan dua kambing yang positif antraks di RT 3 Padukuhan Grogol 4, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo ini. Untuk itu hari ini pihaknya melakukan penyuntikan desinfektan ke wilayah terdekat dengan lokasi.

Berita Lainnya  Kerja Bakti Mitigasi Mandiri Kini Bisa Dapat Bantuan Logistik Dari Pemerintah

“Hari ini penyuntikan anti biotik ke wilayah sekitar 1 km dari lokasi. Penyuntikan pada hari ini diperluas hingga Dusun Tawarsari (Kecamatan Wonosari), di lokasi tersebut ada 9 ekor sapi, 36 ekor kambing dan 3 ekor domba yang disuntik antibiotik,” ujar dia.

Bambang menjelaskan total keseluruhan hewan yang disuntik antibiotik mencapai 111 ekor sapi, 297 ekor kambing, dan 3 ekor domba. Total keseluruhan hewan ternak yang disuntik berasal dari 2 kecamatan yaitu Karangmojo dan Wonosari.

“Sekarang ini proses penyuntikan masih di 3 Dusun lagi, yaitu Dusun Grogol 1,3 dan 6,” imbuhnya.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler