fbpx
Connect with us

Sosial

Antisipasi Teror Hewan Liar Pada Ternak, Masyarakat Diminta Lebih Waspada

Diterbitkan

pada tanggal

Tepus,(pidjar.com)–Musim Kemarau seperti sekarang ini permasalahan yang dihadapi oleh warga Gunungkidul tidak hanya kekeringan yang perlu diatasi, melainkan juga meningkatkan keamanan dalam memelihara ternak. Hal ini berkaitan serangan hewan liar pada ternak warga yang berada di ladang. Guna mengantisipasi serangan ini, warga mulai membawa pulang ternak mereka dan di kandangkan di pekarangan rumah.

Salah satu wilayah yang seringkali menjadi serangan hewan liar adalah Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus. Tahun 2017, sedikitnya terdapat 80 kasus serangan hewan liar yang membuat ternak khususnya kambing milik warga mati mengenaskan, dengan sejumlah bekas gigitan. Guna mengatasi serangan ini masyarakat mulai mengandangkan ternak mereka di kandang sekitar pekarangan rumah.

Kepala Seksi Pemerintahan Desa Purwodadi, Suyanto mengatakan mayoritas warganya memang memelihara dan mengandangkan kambing atau ternak lainnya di hutan maupun ladang yang jaraknya cukup jauh dari rumah. System ppeleliharaan tersebut diterapkan untuk mempermudah saat memberikan pakan, sekali mencari rumpun langsung diberikan ke hewan ternak.

Tapi ternyata sistem yang diterapkan ini justru merugikan warga. Di mana pada musim kemarau justru hewan ternak mereka diserang oleh hewan liar. Beberapa cara untuk mengantisipasi serangan ini sebenarnya telah dilakukan oleh warga, akan tetapi tidak membuahkan hasil. Beberapa kali warga menunggui ladang untuk memburu hewan liar ini, tapi tidak membuahkan hasil juga.

Berita Lainnya  SK Tak Kunjung Turun, GTT Ancam Kembali Lakukan Demo dan Aksi Mogok Kerja

“Membawa pulang dan mengandangkan ternak di sekitar rumah kami anggap lebih aman. Jadi kalau ada hal-hal mencurigakan bisa langsung ditangani,” kata Suyanto, Minggu (28/07/2019).

Kendati demikian seolah menjadi kebudayaan dan kebiasaan, belum secara keseluruhan warga mengandangkan ternak mereka di sekitar rumah. Peternak di desa ini masih sering beranggapan jika ladang atau hutan menjadi lokasi yang paling tepat.

Himbauan secara lisan pun seringkali diberikan oleh pemerintah desa dan beberapa instansi terkait lainnya kepada masyarkat. Data yang ada 200 hewan ternak masyarakat Desa Purwodadi di kandangkan di kawasan hutan, untuk saat ini baru 75 ersennya saja yang di bawa ke rumah.

“tahun 2017 itu ada 80 seerangan kemudian setelah sebagian di kandangkan di sekitar rumah masing-masing untuk serangan berkurang, tahun 2018 kemarin hanya 9 serangan saja. Mudah-mudahan tahun ini tidak ada. Sebenarnya tidak hanya di desa kami, tapi di kawasan lain pun juga sering terjadi,” imbuh dia.

Sementara itu, Camat Girisubo Arif Yahya mengatakan, jika daerahnya juga termasuk kawasan rawan serangan hewan liar pada saat musim kemarau. Adapun cara yang dilakukan oleh warganya selain mengandangkan ternak di sekitar rumah, juga melakukan ronda keliling setiap malamnya.

“Saya kira ini juga bisa mengantisipasi serangan. Sebenarnya selalu aktif setiap malam, hanya saja kalau kemarau lebih diperketat,” ucap Arif.

Musim kemarau memang sering terjadi serangan, dimungkinkan karena hewan liar tidak nyaman dan kelaparan/kehabisan air di habitat mereka dan kemudian keluar untuk mencari mangsa mereka. Dari dinas dan beberapa instansi terkait pun sebenarnya juga sudah melakukan pemeriksaan, namun demikian belum diketahui secara pasti hewan liar yang melakukan serangan di malam hari.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler