fbpx
Connect with us

Pariwisata

Banjir Sepekan di Girisubo, Ladang Padi Siap Panen Milik Paeno Hilang

Published

on

Girisubo,(pidjar.com)–Banjir di Kapanewon Girisubo dalam sepekan terakhir ternyata tak hanya berdampak pada rumah warga maupun fasilitas umum. Salah satunya ialah hilangnya lahan pertanian milik Paeno, warga Songbanyu II, Kalurahan Songbanyu, Kapanewon Girisubo. Ladang dengan tanaman padi siap panen itu pun hilang terbawa derasnya air saat banjir datang.

Kepada awak meida, Paeno mengatakan bahwa tanah sepanjang 50 meter dan lebar 15 meter miliknya kini hilang. Menurutnya, material banjir menyebabkan tanah longsor pada area ladang miliknya itu. Longsoran tersebut semakin membesar seiring dengan intensitas air hujan yang terus meningkat.

“Memang sawah saya di bawah lereng berbukitan, jadi air dari atas langsung mengalir ke ladang,” ucap Paeno, Sabtu (06/02/2021).

Paeno menambahkan, air dari atas lereng terus menggerus lahan persawahan miliknya. Sementara padi yang ia tanam dengan usia dua bulan siap dipanen ikut terbawa banjir.

“Longsor sudah terjadi sejak Senin, hujan terus menerus sehingga luas longsoran semakin melebar pada yang siap panen hilang,” imbuh Paeno.

Ia berharap, pemerintah segera memberikan solusi terkait dengan kerugian yang dialaminya. Ia mengaku belum ada solusi atas hilangnya lahan padi milikmya tersebut.

“Ya saya cuma pengen pemerintah ngasih bantuan untuk tanah saya yang hilang ini,” jelasnya.

Sementara itu Kepala BPBD Gunungkidul Edy Basuki masih melakukan pemdataan terkait dengan dampak banjir di Kapanewon Girisubo. Sementara untuk jembatan yang terputus, di Kalurahan Songbanyu sudah mulai dibuat jembatan sementara.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler