Sosial
Banyak Kasus Kawin Suntik pada Ternak Gagal, Ini Penjelasan Dinas
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul menyebut bahwa belum semua peternak atau petani yang memelihara ternak khususnya sapi memahami masa birahi ternak. Hal tersebut dilihat dari banyaknya program Inseminasi Buatan (IB) atau kerap dikenal masyarakat kawin suntik pada tahun 2020 yang gagal.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan, Suseno Budi, mengatakan dari 35 ribu target operasional yang di tetapkan, terdapat 45 ribu lebih data yang masuk hingga akhir bulan November kemarin.
“Sebagian itu karna IB pertama gagal, jadi pemilik mengajukan IB lagi” jelas Suseno, Selasa (08/12/2020).
Ia menambahkan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi gagalnya IB. Salah satunya, dari data yang diperoleh selama ini masyarakat atau peternak belum dapat menentukan masa birahi yang pas untuk hewan peliharaan mereka.
“Peternak terkesan buru-buru melaporkan birahi ternak yang terlalu cepat. Selain itu juga kami akui ada petugas yang kurang pengalaman dalam penanganan walaupun telah mengantongi sertifikat pelatihan,” beber dia.

Selain itu Suseno menjelaskan bahwa sapi yang berusia delapan bulan memang sudah memasuki masa kawin. Akan tetapi seperti halnya manusia, apabila perkawinan dilakukan pada usia yang terlalu muda atau terlalu tua, hasil IB tidak akan maksimal.
“Kadang ada peternak yang terkesan maksa IB. Padahal sapinya baru teriak-teriak aja belum muncul tanda lain. Masa yang pas untuk IB itu kalau udah keluar cairan vela velunya, ada pembengkakan dan berwarna lebih merah dari biasanya, dan suhu yang lebih hangat” jelas Suseno.
Program yang ditujukan untuk menekan impor daging sapi ini seharusnya dapat berjalan maksimal. Hanya saja Suseno sedikit menyayangkan untuk sapi yang perlu dua kali IB seharusnya dapat digunakan oleh sapi lain.
“Sebenarnya sudah cukup bagus bisa melebihi target, hanya saja mayoritas itu sapi yang sama yang melakukan IB dua kali” ujarnya.
Untuk selanjutnya Suseno masih menunggu keputusan dari kementerian terkait kelanjutan program Sikomandan. Akan tetapi ia berharap komoditas ternak sapi di Gunungkidul akan terus meningkat seperti tahun sebelumnya.
“Untuk targetnya kami belum tahu, tapi untuk IB dipastikan akan dilanjutkan tahun 2021” tutup Suseno.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized1 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
