fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Banyak Kendala, Pemerintah Akui Belum Bisa Maksimalkan Potensi Kelautan dan Perikana di Gunungkidul

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul mengakui masih belum maksimalnya pengembangan dan pemanfaatan sektor perikanan dan kelautan di Kabupaten Gunungkidul. Ada sejumlah kendala yang dihadapi oleh pemerintah dalam pengembangan dan pemanfaatannya.

Kepala Bidang Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Handoko mengatakan beberapa hal yang menjadi kendala dalam pengembangan dan pemanfaatan sektor kelautan diantaranya kemampuan sumber daya manusia, seperti nelayan.

Kemudian sarana prasarana tangkap yang juga kurang memadahi. Ia mencontohkan fasilitas pendaratan, alat tangkap, perahu dan permesinan belum optimal. Kemudian terkait dengan cuaca yang tidak menentu juga menjadi kendala tersendiri bagi nelayan.

“Yang sarana prasarana itu merupakan kewenangan dari pemerintah pusat dan provinsi sehingga kami (Pemkab) tidak bisa berbuat banyak,” kata Handoko, Selasa (02/03/2021).

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, selain sektor kelautan yang belum maksimal, budidaya ikan tawar juga terdapat kendala yang dihadapi oleh pemerintah dan warga. Salah satunya adalah keterbatasan air dan topografi Gunungkidul, sehingga warga agak kesulitan dalam budiyaya.

Permasalahan tersebut diupayakan disikapi oleh pemerintah dengan lebih mengintensifkan sosialisasi dan pendampingan baik oleh PPL Perikanan maupun Pengawas Perikanan Budidaya. Kemudian mengembangkan pola budidaya yanv hemat air.

“Diupayakan skema bantuan dari pusat atau provinsi. Tentu jumlahnya sangat terbatas kalau untuk bantuan,” ujar Krisna Berlian.

Adanya rencana pembangunan pelabuhan di pantai Gesing disikapi pemkab Gunungkidul dengan baik. Diharapkan dengan dibangunnya fasilitas yang memadahi ini mendorong masyarakat untuk lebih proaktif dalam bidang kelautan dan pemanfaatannya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler