fbpx
Connect with us

Pariwisata

Banyaknya Tanggal Merah Picu Kebangkitan Pariwisata Gunungkidul di Tengah Pandemi

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Banyaknya tanggal merah di awal hingga pertengahan tahun ini berdampak cukup baik bagi pariwisata Kabupaten Gunungkidul. Sebab, meski di tengah pandemi yang masih terjadi ini, minat warga untuk berwisata masih tinggi. Data dari Dinas Pariwisata, jumlah pendapatan asli daerah dari sektor ini terus merangkak naik.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono mengatakan, sampai dengan pekan lalu, total PAD pariwisata telah menembus angka Rp6.510.757.299. Jumlah ini merupakan 36,2 persen dari target yang telah ditentukan. Total hingga 5 bulan terakhir ini, ada 903.213 wisatawan yang masuk ke Gunungkidul.

“Kita cukup terbantu dengan libur lebaran lalu, kemudian juga ada beberapa libur hari besar lainnya,” kata Harry Sukmono, Sabtu (05/06/2021) siang.

Ia lanjutkan, pendapatan terbanyak pariwisata Gunungkidul memang terjadi saat masa libur lebaran pada tanggal 13 sampai 26 Mei 2021 lalu. Meski libur lebaran kali ini memang cukup singkat, namun tercatat masih ada ratusan ribu pengunjung yang masuk Gunungkidul dengan PAD yang diraup mencapai Rp 1.514.365.000. Sementara pada hari biasa dan Sabtu Minggu kunjungan wisatawan bisa menembus angka 7 ribu sampai 10 ribu orang.

“Sebagian besar masih didominasi wisatawan yang masuk ke kawasan pantai selatan,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dispar Gunungkidul, Asti Wijayanti menambahkan, tahun ini pihaknya menargetkan PAD sebesar 18 miliar. Target ini naik dari tahun sebelumnya yang hanya 13,9 miliar. Jika dibandingkan dengan capaian 5 tahun lalu, tentu jumlah ini jauh lebih kecil. Penurunan target yang dibebankan ini merupakan imbas dari pandemi yang memang sangat berdampak terhadap kunjungan pariwisata.

“Tahun lalu realisasinya melebihi target, yaitu 14,3 miliar dengan 1,8 juta pengunjung. Kami harapkan tahun ini tetap mencapai target, syukur melebih target,” kata Asti.

Melihat situasi sektor pariwisata yang mulai pulih dari pandemi, pihaknya optimis target PAD bisa kembali tercapai pada tahun ini. Namun begitu, ia menegaskan bahwa protokol kesehatan di obyek wisata tetap diutamakan. OPD terkait tetap bersiaga melakukan pengawasan terhadap wisatawan yang masuk ke Gunungkidul.

Bahkan belum lama ini, lantaran lonjakan kunjungan wisatawan, juga sempat diterapkan rapid antigen secara acak untuk mendeteksi pelaku usaha maupun wisatawan yang positif covid19.

“Kita harapkan semua baik-baik saja dan roda perekonomian pariwisata bisa terus berjalan,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler