Pariwisata
Banyaknya Tanggal Merah Picu Kebangkitan Pariwisata Gunungkidul di Tengah Pandemi
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Banyaknya tanggal merah di awal hingga pertengahan tahun ini berdampak cukup baik bagi pariwisata Kabupaten Gunungkidul. Sebab, meski di tengah pandemi yang masih terjadi ini, minat warga untuk berwisata masih tinggi. Data dari Dinas Pariwisata, jumlah pendapatan asli daerah dari sektor ini terus merangkak naik.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono mengatakan, sampai dengan pekan lalu, total PAD pariwisata telah menembus angka Rp6.510.757.299. Jumlah ini merupakan 36,2 persen dari target yang telah ditentukan. Total hingga 5 bulan terakhir ini, ada 903.213 wisatawan yang masuk ke Gunungkidul.
“Kita cukup terbantu dengan libur lebaran lalu, kemudian juga ada beberapa libur hari besar lainnya,” kata Harry Sukmono, Sabtu (05/06/2021) siang.
Ia lanjutkan, pendapatan terbanyak pariwisata Gunungkidul memang terjadi saat masa libur lebaran pada tanggal 13 sampai 26 Mei 2021 lalu. Meski libur lebaran kali ini memang cukup singkat, namun tercatat masih ada ratusan ribu pengunjung yang masuk Gunungkidul dengan PAD yang diraup mencapai Rp 1.514.365.000. Sementara pada hari biasa dan Sabtu Minggu kunjungan wisatawan bisa menembus angka 7 ribu sampai 10 ribu orang.
“Sebagian besar masih didominasi wisatawan yang masuk ke kawasan pantai selatan,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dispar Gunungkidul, Asti Wijayanti menambahkan, tahun ini pihaknya menargetkan PAD sebesar 18 miliar. Target ini naik dari tahun sebelumnya yang hanya 13,9 miliar. Jika dibandingkan dengan capaian 5 tahun lalu, tentu jumlah ini jauh lebih kecil. Penurunan target yang dibebankan ini merupakan imbas dari pandemi yang memang sangat berdampak terhadap kunjungan pariwisata.
“Tahun lalu realisasinya melebihi target, yaitu 14,3 miliar dengan 1,8 juta pengunjung. Kami harapkan tahun ini tetap mencapai target, syukur melebih target,” kata Asti.
Melihat situasi sektor pariwisata yang mulai pulih dari pandemi, pihaknya optimis target PAD bisa kembali tercapai pada tahun ini. Namun begitu, ia menegaskan bahwa protokol kesehatan di obyek wisata tetap diutamakan. OPD terkait tetap bersiaga melakukan pengawasan terhadap wisatawan yang masuk ke Gunungkidul.
Bahkan belum lama ini, lantaran lonjakan kunjungan wisatawan, juga sempat diterapkan rapid antigen secara acak untuk mendeteksi pelaku usaha maupun wisatawan yang positif covid19.
“Kita harapkan semua baik-baik saja dan roda perekonomian pariwisata bisa terus berjalan,” tutupnya.
-
Pemerintahan1 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized1 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa1 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized2 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa1 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized2 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized2 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized1 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
