Sosial
Baru Bulan ke-8, Jumlah Kasus Gantung Diri 2021 Sentuh Angka Tertinggi Sejak Sedekade Terakhir
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kasus bunuh diri di Gunungkidul pada tahun 2021 ini sudah mencapai 35 kasus. Meski baru bulan ke delapan, jumlah ini merupakan capaian tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Masih belum diketahui secara pasti penyebab maraknya masyarakat yang lebih memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Sebagian masyarakat dan penelitian menyebutkan, jika terganggunya kesehatan seseorang sebagai pendorong melakukan aksi gantung diri. Selain itu, mudah didapatkannya medium, gantung diri membuat seseorang dapat menirunya kapan dan di mana saja.
Merujuk data IMAJI, kejadian gantung diri tahun ini merupakan yang tertinggi sejak tahun 2010 silam. Pada tahun 2015 tercatat 33 kasus bunuh diri. Kemudian sepanjang 2016 terjadi 33 kasus. Sementara pada tahun 2017, berjumlah 34 kasus. Lalu pada 2018 menjadi 33 kasus dan pada 2019 ada 33 kasus. Sementara sepanjang tahun 2020 lalu, terjadi 30 kasus gantung diri di Bumi Handayani. Sementara pada medio 2010 hingga 2015, jumlah kasus tak lebih dari 30 per tahunnya.
Kasubbag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Suryanto, menyampaikan, kasus bunuh diri di Gunungkidul terakhir dilaporkan pada Senin (30/08/2021) lalu yang terjadi di Kapanewon Playen. Di mana dugaan penyebabnya ialah depresi karena terjerat tagihan pinjaman online.
Dengan tingginya angka bunuh diri tahun ini, pihaknya berencana akan memperkuat sosialisasi terkait upaya pencegahan bunuh diri di masyarakat. Sebagai langkah awal, Polres Gunungkidul telah menjalin koordinasi dengan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.
“Selain itu, kami juga menggandeng tokoh masyarakat untuk ikut sosialisasi,” ucapnya, Jumat (03/09/2021).

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul sendiri sebetulnya sudah memiliki Perda Satgas yang fokus dalam menangani tingginya kasus gantung diri di Bumi Handayani. Namun Suryanto mengungkapkan jika pihaknya tidak terlibat secara langsung di sana.
“Kami hanya melaporkan hasil pendataan kasus yang dibutuhkan oleh satgas,” ucapnya.
Pandemi covid19 yang berkepanjangan sendiri ditengarai sebagai pemicu tingginya angka kasus bunuh diri tahun ini. Virus yang tak hanya menyerang fisik, namun juga psikologis masyarakat berupa kecemasan hingga depresi berat. Survei Persatuan Doktor Spesialis Kesehatan Jiwa (PDSKJ) pada tahun 2020 lalu menyebutkan 64,8% masyarakat Indonesia mengalami gangguan jiwa karena adanya pandemi covid19.
Selain itu, pemahaman masyarakat terhadap kesehatan jiwa juga harus ditingkatkan dalam upaya mengantisipasi masalah tingginya bunuh diri di Gunungkidul dan juga menambah layanan kesehatan jiwa hingga tingkat Puskesmas di Gunungkidul.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized7 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized1 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized1 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized2 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
