Pemerintahan
Basmi Spora, Tanah Lokasi Ternak Positif Antraks Segera Disemen
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, dalam waktu dekat berencana akan melakukan semenisasi di tanah-tanah yang hasil uji laboratoriumnya positif antraks. Langkah ini diambil agar spora dan bakteri antraks pada tanah tersebut tidak menyebar luas. Beberapa titik di Padukuhan Ngrejek Wetan dan Kulon, Desa Gombang, Kecamatan Ponjong akan dilakukan tindakan ini.
Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Veteriner, Bidang Peternakan, Dinas Pertanian dan Pangan, Retno Widiastuti mengungkapkan jika langkah ini diambil agar spora yang berkembang di tanah tidak semakin meluas dan membahayakan manusia di sekitar lokasi. Pasalnya spora ini sangatlah berbahaya, dimana dapat hidup serta berkembang selama puluhan tahun lamanya.
“Dalam waktu dekat kami akan melakukan semenisasi di tanah-tanah Ngrejek yang positif antraks,” kata Retno, Minggu (26/01/2020).
Nantinya untuk semeninsasi ataj pengecoran ini selain mengacu pada hasil uji laboratorium, juga melihat pada kondisi di lapangan. Misalnya saja tanah tersebut digunakan untuk menyembelih, mengubur ataupun lainnya. Dana yang digunakan pun menggunakan anggaran dari Pemkab Gunungkidul.
Ia mengatakan jika spora tersebut dapat bertahan hidup selama puluhan tahun lamanya. Sifatnya pun sangat berbahaya maka dari itu, pemerintah kemudian mengambil langkah tersebut. Meski saat ini banyak sapi mati mendadak, namun tidak semuanya disebabkan karena penyakit antraks. Melainkan ada beberapa faktor lain, mulai dari perubahan cuaca hingga keracunan makanan yang dikonsumsi.

“Kami terus berikan pemahaman jika ada sapi mati langsung lapor petugas dan dilakukan penguburan. Kalau masyarakat mau swadaya untuk pengecoran atau semenisasi itu justru lebih bagus meski sapi mati itu belum tentu antraks ya,” tambahnya.
Tak hanya Itu, dari dinas sendiri juga masih berupaya melakukan penanganan dan pemantauan di titik yang diketahui antraks tersebut. Penguyuran menggunakan formalin untuk meminimalisir perkembangan spora juga dilakukan secara berkala. Bahkan dari pemerintah juga telah menyiapkan formalin dalam jumlah banyak.
Orang yang ada di sekitar dan beberapa waktu lalu masuk dalam kategori suspect antraks pun juga terus dipantaun dan dilakukan pengecekan kondisi kesehatan ulang. Antibiotik dan vaksin pun juga nantinya akan terus diberikan baik pada orang sekitar lokasi maupun ternak-ternak yang ada.
-
Uncategorized5 hari yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized4 minggu yang laluCiptakan Pilur Jujur dan Bersih, Dinas Awasi Lurah Petahana
-
Uncategorized4 minggu yang laluGelombang Tinggi di Pesisir Gunungkidul, Rusak Perahu Nelayan Hingga Warung
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized2 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
