fbpx
Connect with us

Sosial

Beda Hitungan, Jamaah Aolia Gunungkidul Mulai Sholat Tarawih Malam Ini

Diterbitkan

pada

BDG

Panggang,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Ratusan jamaah masjid Aolia yang berada di Kalurahan Giriharjo, Kapanewon Panggang, mulai melaksanakan ibadah sholat tarawih pertama, Rabu (06/03/2024) untuk memulai bulan suci Ramadhan. Sholat tarawih ini serentak dilakukan oleh masing-masing masjid Aolia yang berada di Kabupaten Gunungkidul.

Pengasuh Jamaah Masjid Aolia, Raden Ibnu Hajar Sholeh atau yang sering disapa Mbah Benu mengatakan, berdasarkan hitungan yang dilakukan dan keyakinannya maka disepakati untuk awal Ramadhan jatuh pada tanggal 7 Maret. sehingga pada 6 Maret diselenggarakan sholat tarawih di seluruh masjid Aolia yang ada di Kabupaten Gunungkidul.

“Besok sudah masuk bulan Ramadhan,” ucap Mbah Benu.

Ia mengatakan, tak ada perbedaan dalam melaksanakan sholat tarawih yang dilakukan oleh jamaahnya. Semuanya sama, sholat tarawih dan witir dilakukan sebanyak 23 rakaat. Perbedaan yang terlihat hanyalah mengenai perhitungan masuknya bulan Ramadhan saja.

“Ini tergantung keyakinan. Jika pemerintah tanggal 12 tentu boleh, Muhammadiyah tanggal 11 juga boleh,” sambung dia.

Berita Lainnya  Mengenal Sosok Veda Ega, Raja Cilik Sirkuit Yang Masih Belum Boleh Naik Motor di Jalanan

Tak hanya tahun ini pelaksanaan Ramadhan yang lebih dulu dilakukan oleh jamaah masjid Aolia. Sejak beberapa tahun lalu memang pelaksanaan tarawih, sholat Idul Fitri, maupun sholat Idul Adha selalu berbeda. Dimana jamaah ini selalu lebih awal.

“Untuk pelaksanaan Idul Fitri kami masih belum bisa memastikan. Saling menghormati keyakinan masing-masing dan menjaga kerukunan saja,” ucap dia.

Salah satu jamaah masjid Aolia, Daud mengatakan, sudah menjadi hal biasa bila pelaksanaan sholat tarawih dan puasa jamaah Aolia berbeda dengan yang ditentukan pemerintah atau lainnya. Menurutnya tidak menjadi masalah, sebab semuanya memiliki keyakinan tersendiri dan tetap mengedepankan toleransi.

“Iya hampir setiap tahun kami lebih awal pelaksanaan tarawih dan puasanya dibandingkan dengan pemerintah. Sebab Mbah Benu memiliki hitungan tersendiri, maka dari itu kami mengikutinya,” kata Daud.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler