Pariwisata
Berbagai Alasan Lucu Para Wisatawan Coba Kelabui Petugas TPR
Tanjungsari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Masih ditutupnya kawasan pantai Gunungkidul karena imbas penerapan PPKM level 3 tak menyurutkan kunjungan wisatawan. Tiap harinya, terdapat ratusan wisatawan yang mencoba untuk masuk ke kawasan pantai selatan. Bahkan, jumlah ini bisa meningkat hingga ribuan wisatawan manakala akhir pekan. Gelombang wisatawan sendiri dihalau oleh para petugas yang sengaja ditempatkan berjaga di Pos-pos TPR.
Dalam pelaksanaan tugasnya, para penjaga tetap menjalankan aturan yaitu tidak diperbolehkannya wisatawan untuk masuk ke kawasan pantai. Seluruh wisatawan dilarang masuk ke kawasan pantai.
Namun ada hal lucu yang kerap terjadi saat wisatawan mencoba masuk ke kawasan pantai. Sejumlah alasan dikemukakan oleh para wisatawan agar diperkenankan melewati penjagaan.
Koordinator TPR Baron, Supardi, mengungkapkan, saat ini memang semakin banyak wisatawan yang mencoba berkunjung ke kawasan pantai. Padahal, dalam berbagai kesempatan, kebijakan penutupan sendiri sudah berkali-kali ditegaskan oleh pemerintah. Dalam pantauannya, wisatawan memang paling banyak berasal dari luar daerah.
“Kebanyakan wisatawan berasal dari Jakarta, Semarang, Surabaya, Bandung, banyak sekali kota-kota yang lain,” jelasnya, Kamis (09/09/2021).

Menurutnya, para wisatawan tersebut memang kemudian kecewa lantaran tak diperbolehkan melintasi penjagaan. Bahkan, tak jarang mereka mencoba masuk dengan mengemukakan berbagai alasan kepada petugas. Seperti misalnya keperluan untuk mengukur tanah, jagong bayi, pulang kampung maupun yang lainnya.
“Ada ribuan alasan yang lucu mas, ada yang bilang mau jagong, ada yang bilang mau pulang ke Panggang dan pulang ke Rongkop, ada yang mau mengunjungi kerabatnya, bahkan ada yang mau ukur tanah. Banyak sekali alasan-alasan seperti itu,” kelakarnya.
Pidjar.com mencoba turut serta mengikuti penjagaan yang dilakukan petugas penjaga. Pada siang tadi terlihat dua ornag wisatawan berboncengan menggunakan sepeda motor berplat luar daerah. Untuk mengelabuhi petugas, dua orang tersebut menyembunyikan helm di tas dan memakai pakaian layaknya warga lokal.
Saat sampai di depan TPR, ia diberhentikan oleh petugas lantas ditanya mau ke mana. Dengan ekspresi muka kebingungan, ia lantas menjawab ingin pergi ke rumah neneknya yang bernama Mbah Ratmo yang berada di Pantai Drini. Namun kemudian, petugas memaparkan berbagai pertanyaan spesifik lain yang akhirnya membuat wisatawan tersebut gelagapan memberikan alasan.
“Untuk memastikan benar atau tidaknya, kami memang mencoba tanya beberapa hal untuk memastikan. Yang pakai motor dan mobil sama-sama banyaknya, tapi kami putar balikkan. Kita tegaskan bahwa obyek wisata di Gunungkidul masih ditutup,” urai dia.
-
Uncategorized5 hari yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized4 minggu yang laluCiptakan Pilur Jujur dan Bersih, Dinas Awasi Lurah Petahana
-
Uncategorized4 minggu yang laluGelombang Tinggi di Pesisir Gunungkidul, Rusak Perahu Nelayan Hingga Warung
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized2 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
