fbpx
Connect with us

Peristiwa

Berkeliaran di Pasar di Jam Kerja, PNS dan Pelajar Terjaring Operasi Sat Pol PP

Published

on

Semin,(pidjar.com)–Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Gunungkidul mengelar razia di Pasar Semin, Selasa (22/05/2018). Dalam giat tersebut, petugas menyasar PNS dan pelajar yang berkeliaran di sekitar lokasi saat jam kerja maupun jam sekolah. Sejumlah pelajar dan PNS berhasil diamankan dalam giat razia tersebut.

Pantauan yang dilakukan pidjar.com, petugas tiba di Pasar Semin sekitar pukul 10.30 WIB. Sesampainya di lokasi petugas kemudian berpencar untuk menyisir keberadaan PNS serta pelajar yang berkeliaran pada jam produktif.

Tak butuh waktu lama, dua orang PNS serta satu orang pelajar yang didapati berkeliaran di sekitar pasar berhasil digiring untuk kemudian dilakukan pendataan. Ketiga orang tersebut lalu diberikan pembinaan oleh petugas.

"Kita data dulu untuk yang pertama ini. Ke depan jika mereka terjaring lagi akan kami laporkan kepada atasannya," kata Kabid Penegakan Perda Satpol PP, Sutrisno, Selasa siang di sela-sela operasi.

Tak hanya itu, petugas juga menyisir sejumlah toko kelontong yang berada di sekitar pasar. Makanan yang menggunakan bahan berbahaya serta kadaluarsa menjadi sasaran petugas. Dalam operasi lanjutan ini, petugas menemukan sejumlah makanan kadaluarsa yang masih dipajang dan dijual oleh pemilik toko. Diantara yang diamankan adalah 3 jenis minuman ringan yang sudah kadaluarsa, kemudian susu kaleng yang sudah penyok serta telah berkarat.

Oleh petugas, para pemilik toko yang kedapatan menjual bahan makanan kadaluarsa tersebut juga dilakukan pembinaan. Mereka diberikan pengertian bahwa penjualan makanan seperti ini, berbahaya bagi kesehatan masyarakat dalam hal ini konsumen.

"Ada susu kaleng yang sudah tidak layak, kalengnya penyok dan berkarat kami amankan itu," terang Sutrisno.

"Bahan makanan dan minuman yang kami amankan kemudian dikembalikan kepada pemilik toko untuk disimpan dan ditarik dari etalase. Ke depan kita akan cek lagi, kalau sampai barang itu dijual kembali, kita akan berikan sanksi tegas untuk mereka," pungkas dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler