Sosial
Bertambah 1, Lansia 87 Tahun Pasien Positif Corona Meninggal Dunia
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kasus covid 19 di Gunungkidul terus mengalami penambahan. Pada Jumat (31/07/2020) ini, tercatat ada 4 kasus terkonfirmasi baru. Dari 4 kasus anyar tersebut, ada 1 pasien yang kemudian dinyatakan meninggal dunia. Pasien positif meninggal dunia yang merupakan laki-laki berusia 87 tahun warga Kapanewon Patuk ini selain positif covid, juga memiliki penyakit penyerta. Untuk 3 pasien lainnya, saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, dengan tambahan 1 kasus ini, total kasus positif covid-19 yang meninggal dunia sampai dengan saat ini menjadi 3 orang. Pasien berusia 87 tahun ini memiliki riwayat penyakit penyerta yaitu stroke.
“Hari ini tambahan kasus 4 dan ada 1 yang meninggal dunia comorbid stroke (dengan penyakit penyerta stroke),” terang Dewi, Jumat (31/07/2020).
Dewi menjelaskan, untuk tambahan kasus positif dalam perawatan sendiri pada hari ini bertambah 3 orang. Mereka adalah perempuan (45) warga Semanu, perempuan (39) warga Wonosari dan perempuan 25 tahun warga Ponjong.
“Yang Ponjong itu kontak dengan pasien positif, kemudian dua lainnya merupakan keluarga tenaga medis. Ada penularan dalam keluarga,” jelas Dewi.
Sampai dengan saat ini tercatat 109 kasus positif terjadi di Gunungkidul. Sebanyak 72 orang diantaranya telah dinyatakan sembuh sedangkan 34 orang masih dalam perawatan.
Banyaknya tenaga kesehatan terpapar covid-19 ini disampaikan Dewi masih belum diketahui sumber penularannya. Hingga saat ini, Dinkes masih terus melakukan penelusuran terhadap belasan kasus nakes positif covid tersebut. Menurut Dewi, penularan belum tentu terjadi pada fasilitas kesehatan dimana mereka menjadi garda depan dalam penanganan covid-19.
“Dalam penularan bisa saja terjadi dari luar, misal keluarga dan lingkungannya. Semua lagi ditelusur, meskipun terkadang sulit mencari sumber penularan awal,” ucap dia.
Selama ini Dinkes juga telah melakukan berbagai upaya antisipasi yakni dengan deksinfeksi di faskes di Gunungkidul sebelum dan sesudah pelayanan terhadap masyarakat. Selain itu, Dinkes juga mengimbau para petugas untuk meningkatkan imun mereka.
“Kita lakukan tracing di Faskes. Untuk desinfeksi sudah rutin dilakukan pagi sebelum pelayanan dan siang sesudah pelayanan. Selain itu ke depan para pegawai faskes harus meningkatkan imunitas tubuhnya dan lebih ketat melaksanakan protokol kesehatan,” terang Dewi.
-
Uncategorized2 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized7 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial3 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized2 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized2 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
